Barometer.co.id-Manado. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Sulawesi Utara pada periode bulan Agustus 2026 turun ke angka 5,90% dari sebelumnya 5,99% di bulan Agustus 2025. Namun dibanding Mei 2026 yang sebesar 5,85%, TPT Sulut mengalami kenaikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Watekhi mengatakan, jumlah penduduk usia kerja di Sulut pada Agustus 2026 mencapai 2,14 juta orang. Dari jumlah tersebut, 1,41 juta orang merupakan angkatan kerja. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 1,33 juta orang, sedangkan 83,12 ribu orang merupakan pengangguran.

Jumlah penduduk Sulut yang menganggur pada Agustus 2026 turun dibanding Agustus 2025 yang mencapai 85,37 ribu orang. Namun dibanding Mei 2026, TPT dan jumlah pengangguran di Sulut mengalami kenaikan. Di Mana pada Mei 2026, TPT 5,85% dan pengangguran 80,50 ribu orang.

“Untuk tingkat partisipasi angkatan kerja pada Bulan Agustus 2026 sebesar 65,87 persen, mengalami penurunan dibanding Agustus 2025 yang sebesar 67,21 persen. Penurunan terjadi pada laki-laki dan juga perempuan,” kata Watekhi, Kamis (05/11/26).

Watekhi mengatakan, penyerapan tenaga kerja pada Agustus 2026 terbanyak di Lapangan Usaha Pertanian yang mencapai 24,60%, kemudian Perdagangan Besar dan Eceran 15,17% dan Industri 11,27%. Selanjutnya Administrasi Pemerintahan 7,72% dan Transportasi dan Penyimpanan 7,05%.

Pekerja di Sulut menurut Watekhi lebih banyak pada kegiatan informal yang mencapai 57,12%, sementara kegiatan formal 42,88%. “Persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami penurunan sedangkan penduduk yang bekerja pada kegiatan informal mengalami peningkatan selama Agustus 2025–Agustus 2026,” ujarnya.(jou)