Barometer.co.id-Jayapura. Konferensi Tingkat Tinggi Association of Southeast Asian Nations atau KTT ASEAN yang akan di helat di Indonesia pada Mei 2023, bertempat di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan KTT ASEAN Plus di Jakarta pada September 2023 dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi-potensi investasi di Bumi Cenderawasih.

Papua kaya akan alamnya, apalagi masih banyak potensi-potensi yang bisa dikelola lebih baik lagi, seperti pariwisata, perikanan, perdagangan, serta berbagai bidang usaha, termasuk usaha retail dan lain-lain.

Karena itu menjadi tugas utama dari semua pihak untuk secara bersama menarik para delegasi ASEAN guna berkunjung ke Tanah Papua.

Sektor perikanan cukup menjanjikan, misalnya di Kabupaten Biak Numfor, memiliki potensi ekspor hasil laut, termasuk Kabupaten Sarmi yang kaya akan hasil udang, dan beberapa kabupaten lainnya. Kemudian di sektor pariwisata, Papua memiliki panorama tidak kalah cantik, baik laut, pegunungan dan hutannya yang perlu dikembangkan. Lalu sektor perdagangan ada pertambangan, penggalian, pertanian, dan kehutanan yang belum digarap secara maksimal.

Sampai saat ini Pemerintah Provinsi Papua belum menjalin kerja sama, baik langsung maupun tidak langsung dengan negara di kawasan ASEAN. Hal yang baru melakukan kerja sama adalah dengan negara-negara kawasan Pasifik dan Jepang, sedangkan dengan negara ASEAN sifatnya baru menerima kunjungan tamu dari kedutaan besar, yakni Kedubes Malaysia untuk Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Kami baru sekadar menerima kunjungan, namun Pemprov Papua telah memperkenalkan potensi-potensi yang dimiliki, sehingga diharapkan dapat menarik minat para investor,”kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto.

Dengan mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”, KTT ASEAN mempunyai makna bahwa Indonesia ingin menjadikan ASEAN tetap penting dan relevan bagi masyarakat kawasan dan dunia.

Indonesia ingin membawa ASEAN menjadi kawasan yang memiliki peran penting bagi negara kawasan dan dunia, berperan sentral sebagai motor perdamaian maupun kesejahteraan kawasan. Selain itu, Indonesia juga ingin menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia

Di dalam ASEAN Indo-pasifik Forum itu akan ada empat kegiatan utama, yakni creative economy, digital economy for SDGs untuk sustainable development goals, business and investment summit, dan infrastruktur.

Diharapkan dari forum tersebut Provinsi Papua bisa menjadi salah satu daerah yang bisa dijadikan uji coba dari forum tersebut, yang tentunya ini dapat mempercepat pertumbuhan Provinsi Papua serta provinsi-provinsi di sekitar.

Produk unggulan

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Juli Budi Winantya telah memfasilitasi pengiriman sampel produk-produk unggulan, seperti kopi Papua, stik sagu, tas noken, dan kulit kayu.

Semua itu merupakan salah satu cara memperkenalkan Papua kepada para delegasi ASEAN di KTT ASEAN Indonesia 2023.

Dengan demikian, harapannya, ada investor yang tertarik untuk mengunjungi Papua serta melihat langsung apa saja yang ada di pulau paling timur Indonesia itu.

Bagi Perakilan BI Papua, Keketuaan Indonesia pada ASEAN 2023 menjadi ajang menunjukkan pariwisata dan produk UMKM di Indonesia, termasuk di antaranya Papua. Untuk itu sudah seharusnya kegiatan internasional ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi yang ada di Papua kepada asosiasi pelaku usaha maupun investor dari luar negeri, sehingga dapat terjalin kerja sama bisnis.

Bank Indonesia berharap momen KTT ASEAN ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah (pemda) dengan maksimal, karena salah satu dari tiga pilar utama yang diangkat ialah mengenai keberlanjutan.

Dalam konteks keberlanjutan, Papua memiliki peran besar dalam upaya penanganan perubahan iklim seiring dengan keunggulan yang dimilikinya, yaitu sisi areal hutan yang sangat luas.

Sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan pemda sebagai potensi perdagangan karbon ke depan yang pada akhirnya dapat menjadi sumber pendapatan baru dalam APBD.

Ada 16 agenda prioritas (PED) yang diusung Indonesia dalam Keketuaan ASEAN 2023, salah satu yang relevan dengan Papua ialah Deklarasi Para Pemimpin ASEAN tentang Penguatan Ketahanan Pangan.

Di wilayah Papua, terdapat dua lumbung pangan yang menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Dengan adanya deklarasi ini, diharapkan pengembangan Papua sebagai salah satu lumbung pangan akan semakin terakselerasi.

Noken cenderamata

Pengamat ekonomi dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Kurniawan Patma mendorong kerajinan tangan noken dapat menjadi cenderamata atau ikon pada pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Indonesia, sehingga produk unggulan Papua dapat mendunia.

Potensi hasil kerajinan tersebut sangat bisa di dorong, apalagi kualitas dari tas noken tersebut tidak kalah bersaing dengan daerah lainnya. Dengan begitu noken Papua bisa lebih terkenal lagi dan menjadi daya tarik para delegasi ASEAN untuk berkunjung ke Papua.

Pertemuan KTT ASEAN di Indonesia tentu diharapkan berdampak baik bagi seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali Papua. KTT ASEAN di Indonesia akan memberikan umpan balik positif bagi ekonomi Indonesia, termasuk di Papua.

KTT ASEAN adalah wahana yang akan membuka ruang kepada Indonesia sebagai negara berkembang untuk terus maju. Hal tersebut juga menjadi peluang dan menjadi stimulus bagi Indonesia dalam merangkul rekan bisnis, serta memperluas jaringan bisnis yang dapat direkomendasikan.

Peluang ini tentunya menjadi harapan yang harus ditindaklanjuti dengan mewujudkan suasana kondusif bagi investasi di Indonesia, termasuk reformasi regulasi dan birokrasi, peningkatan SDM yang inklusif dan tangguh, infrastruktur yang memadai, dan aspek pendukung lain.(ant)