Barometer.co.id-Manado. Program Petani Unggulan Sulawesi Utara (Patua) dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) tahun 2025 telah berakhir. Program ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara yang inklusif dan berkelanjutan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto mengatakan, Patua dan Wanua bukan hanya merupakan pelaku ekonomi, tetapi juga pahlawan pembangunan yang menjaga rantai pasok pangan, membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi rakyat.
“Kami berharap, semangat yang tumbuh dalam program ini tidak berhenti di sini. Teruslah berkarya, berinovasi dan menjadi inspirasi. Karena membangun negeri bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita bersama,” kata Joko pada acara Apresiasi dan Penutupan Program Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara 2025, Senin (03/11/25).
Joko mengatakan, Sulawesi Utara memiliki kekayaan alam yang besar. Mulai dari kekayaan dari hasil bumi hingga kekayaan laut yang melimpah. Namun demikian, potensi yang besar tidak akan berarti tanpa adanya penguatan kapasitas, kompetensi dan inovasi yang berkelanjutan.
“Inilah beberapa hal utama yang melatarbelakangi kami dalam menginisiasi program Patua dan sejak tahun 2020. Melalui program ini, kami terus berupaya memberikan nilai tambah terhadap potensi yang ada agar para petani dan pelaku usaha tidak hanya produktif, tetapi juga kompetitif dan berdaya saing tinggi, tidak hanya di Provinsi Sulawesi Utara, namun juga di pasar nasional bahkan global,” ujar Joko.
Dikatakan Joko, sepanjang tahun 2025, potensi para peserta Patua Wanua dikembangkan melalui berbagai tahapan, mulai dari open rekrutmen, assesment dan interview, bootcamp, company visit, hingga serangkaian pelatihan intensif yang terbagi dalam tiga tahap. Yaitu praktek dan teori budidaya pertanian untuk Patua serta pembelajaran seputar mindset bisnis, onboarding digital, market analysis hingga strategi ekspor untuk Wanua.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan implementasi program ini tidak bisa lahir dari satu pihak saja yakni Bank Indonesia, namun juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi yang erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, berbagai Kementerian/Lembaga, akademisi, asosiasi, tenaga pelatih dan pendamping, para kurator, lembaga keuangan, media serta mitra strategis lainnya yang turut andil dalam keberlangsungan program selama tahun 2025,” kata Joko.
Joko pun menyampaikan selamat bergabung dalam komunitas Patua Wanua yang sampai saat ini telah berjumlah 228 orang, terdiri dari 84 Patua dan 144 Wanua yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara.
“Pentutupan program ini adalah gerbang awal bagi Bapak/Ibu untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk baru yang inovatif dan relevan di pasar sehingga mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Pada gilirannya, hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan diimbangi dengan stabilitas yang terjaga sebagaimana tujuan Bank Indonesia yang menjadi amanat UU P2SK (Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan),” jelas Joko.(jou)
