Barometer.co.id-Manado. Sepanjang tahun 2025, suku bunga Bank Indonesia telah turun 100 basis poin (bps) menjadi 4,75%. Namun demikian, transmisi ke suku bunga tabungan maupun suku bunga kredit masih terbatas.

“Transmisi suku bunga BI ke suku bunga Dana Pihak Ketiga atau DPK masih sangat terbatas, yakni hanya 32 bps untuk deposito. Begitu juga dengan transmisi ke suku bunga kredit relatif lambat, yaitu Kredit Investasi 59 bps, kredit konsumsi 46 bps dan Kredit Modal Kerja 21 bps,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, Kamis (26/02/26).

Joko mengatakan, pada Januari 2025, suku bunga Kredit Modal Kerja sebesar 10,86%, dan pada Desember 2025 hanya turun tipis 21 bps menjjadi 10,65%. Begitu juga dengan suku bunga Kredit Konsumsi, pada Januari 2025 sebesar 9,81% dan pada Desember masih berada di atas 9 persen, yakni 9,35%.

Suku bunga Kredit Konsumsi menjadi yang paling besar penurunannya, yakni dari 9,00% pada Januari 2025 menjadi 8,41% pada Desember 2025 atau turun 59 bps. Sementara suku bunga deposito, dari 4,47% pada Januari 2025 menjadi 4,15% pada Desember 2025.

Selanjutnya Joko mengatakan, berdasarkan jenis penggunaan, pangsa kredit terbesar masih didominasi oleh Kredit Konsumsi yang mencapai 59,05%. Sedangkan Kredit Modal Kerja 25,23% dan Kredit Investasi 15,72%.

“Untuk meningkatkan kredit produktif, perlu upaya diversifikasi melalui kredit investasi dan kredit modal kerja, sehingga dapat memberikan nilai tambah lebih tinggi bagi sektor riil. Untuk mencapai hal ini, perlu sinergi antara OJK dan perbankan guna mengakselerasi kredit produktif secara prudensial,” jelas Joko.

Untuk pertumbuhan kredit di Sulawesi Utara pada Desember 2025 hanya 5,91% dengan kualitas masih terjaga di bawah 5%. LDR (Loan to Deposite Ratio) masih sangat tinggi, yakni mencapai 166,72%, sementara DPK berhasil tumbuh dua digit, yakni 10,99%. Rasio NPL Sulawesi Utara pada Desember 2025 sebesar 2,55%.(jou)