Barometer.co.id-Manado. Pada bulan Maret 2021, ekspor nonmigas Sulut mengalami penurunan 5,91 persen dibanding Februari 2021 (mtm). Turunnya ekspor nonmigas ini karena komoditas Lemak & Minyak Hewan/Nabati yang menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulut mengalami penurunan yang tinggi, yakni mencapai 46,69 persen.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, nilai ekspor nonmigas Sulut pada bulan Maret 2021 sebesar USD88,24 juta, sementara pada bulan Februari mencapai USD93,78 juta. Namun jika dibandingkan dengan bulan Maret 2020, nilai ekspor Sulut tumbuh 12,11 persen (yoy), di mana tahun lalu, nilai ekspor sebesar USD78,71 juta.

“Angka yang kami rilis ini merupakan sementara. Pada Maret 2021, nilai ekspor komoditas andalah Sulut, Lemak dan Minyak Hewan/nabati sebesar USD27,978 juta, sementara pada bulan Februari tercatat sebesar USD52,438 juta. Jadi memang terjadi penurunan yang cukup tinggi, yakni mencapai 46 persen,” kata Kepala BPS Sulut, Asim Saputra.

Share komoditas Lemak dan Minyak Hewan/Nabati Sulut pada bulan Maret pun turun menjadi 31,71 persen, sementara pada bulan Februari berada di angka 55,96 persen.

Namun, walaupun komoditas Lemak dan Minyak Hewan/Nabati turun cukup tinggi, sembilan komoditas andalan Sulut lainnya mengalami peningkatan. Hal ini membuat nilai ekspor Sulut tidak turun terlalu dalam. Sembilan Komoditas yang mengalami peningkatan nilai ekspor yaitu Perhiasan/Permata; Kopi, Teh, Rempah-rempah; Ampas/Sisa Industri Makanan; Berbagai Produk Kimia; Daging dan Ikan Olahan; Ikan dan Udang; Garam, Belerang, Kapur; Buah-buahan dan Bahan Kimia Organik.

Asim mengatakan, komoditas dengan share terbesar kedua pada bulan Maret yakni 24,07 persen adalah Perhiasan/Permata dengan nilai USD21,238 juta. “Produk ini sebagian besar diekspor ke Singapura. Singapura sekaligus menjadi negara tujuan ekspor Sulut terbesar pada bulan Maret 2021 dengan nilai USD21,358 juta,” kata Asim.

Sebelumnya, negara tujuan ekspor terbesar Sulut adalah Amerika Serikat. Namun seiring dengan turunnya ekspor komoditas Lemak & Minyak Hewan/Nabati, ekspor ke AS juga turun cukup dalam. Di mana pada bulan Februari 2021, ekspor ke AS mencapai USD24,652 juta, sementara pada Maret 2021 hanya USD12,266 juta dan berada di peringkat ketiga setelah Singapura dan Tiongkok. Ekspor ke Tionkok sendiri mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yakni dari USD11,573 juta pada Februari menjadi USD17,519 juta pada Maret 2021.(jm)