Barometer.co.id-Manado. Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), melarang masyarakat melakukan aktivitas pendakian Gunung Lokon dan sekitarnya untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Menyampaikan kepada masyarakat terkait larangan aktivitas pendakian Gunung Lokon dan sekitarnya sesuai rekomendasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon Edwin Roring dalam surat imbauan dampak musim kemarau di Tomohon, Kamis (13/08/26).

Larangan aktivitas pendakian kawasan Gunung Lokon dan sekitarnya untuk mengantisipasi karhutla dan demi keselamatan warga yang melakukan aktivitas pendakian.

Imbauan lainnya mengantisipasi dampak musim kemarau di wilayah tersebut yaitu masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, khususnya pada area perkebunan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di pekarangan rumah atau lahan kosong dalam bentuk apapun.

Selanjutnya, masyarakat diingatkan agar memastikan seluruh peralatan listrik dalam kondisi aman, tidak tetap terhubung dengan aliran listrik saat ditinggalkan, serta melakukan penggantian terhadap instalasi atau komponen listrik yang sudah tidak layak pakai sesuai standar keselamatan.

Pemkot Tomohon mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak dalam rangka mengantisipasi potensi kekeringan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan kebocoran pada jaringan atau pipa air.

Pihaknya mengharapkan jajaran terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dalam kondisi darurat segera menghubungi Call Center 112/110 (bebas pulsa) atau WA aduan 0821 5271 5474 yang aktif selama 1 x 24 jam.

Dalam surat imbauan tersebut juga menginstruksikan kepada perangkat kelurahan, linmas, serta koordinasi dengan Satpol PP/Damkar, BPBD, DLH, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan pengawasan dan pemantauan wilayah melalui patroli terpadu secara berkala.

Surat tersebut merujuk dari imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulut tentang antisipasi musim kemarau.(ANTARA)