Barometer.co.id-Manado. Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 Sulawesi Utara digelar Kamis (20/08/26) di Graha Bumi Beringin, Manado. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo (Sulutgo) dalam meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan, terutama bagi pelajar dan mahasiswa.
Acara dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TTNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo, Robert Sianipar, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Utara, Mario Iroth, sejumlah pimpinan perbankan di Sulut serta 1.000 pelajar dan mahasiswa dari 22 sekolah dan perguruan tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulut memberikan apresiasi atas capaian tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utar yang berada di atas rata-rata nasional. “Tadi saya mendengar laporan yang disampaikan pak Robert, Kepala OJK Sulutgo ternyata tingkat literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utara berada di atas nasional. Tentu ini harus kita pertahankan dan tingkatkan,” kata gubernur saat memberikan sambutan.
Ia meminta para pelajar dan mahasiswa agar disiplin dalam segala hal, dan salah satunya dalam hal menabung. Walaupun kecil tapi usahakan untuk menyisihkan sebagian uang jajan yang didapat untuk ditabung.
Sebelumnya, Kepala OJK Sulutgo, Robert Sianipar menyampaikan berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026, secara umum tingkat Literasi dan Inklusi keuangan masyarakat Sulut berada di atas rata-rata nasional. Di mana Literasi keuangan Sulut sebesar 69,98% sementara nasional 69,57%. Sedangkan Inklusi Keuangan di Sulut 94,37% dan nasional 93,61%.
Namun demikian dijelaskan Robert, untuk tingkat literasi dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa di Sulut masih berada di bawah nasional. Di mana tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa di Sulut 92,76% sementara nasional 93,61%. Begitua juga dengan tingkat inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa di Sulut yang baru 62,72%, lebih rendah dari nasional yang mencapai 69,57%.
Robert mengatakan, dalam visi besar Indonesia Emas 2045, yang juga selaras dengan asta cita pemerintah saat ini, peningkatan inklusi dan literasi keuangan telah ditetapkan sebagai salah satu pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Targetnya jelas dan terukur yaitu mencapai tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada akhir tahun 2025, dan 98% pada tahun 2045.
Sebagai bagian dari komitmen nasional tersebut, menurut Robert, dilaksanakan puncak peringatan Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026.
Kegiatan ini dapat terselenggara berkat sinergi dan dukungan pemerintah provinsi sulawesi utara, tim percepatan akses keuangan daerah, satuan pendidikan, serta industri jasa keuangan, termasuk 16 industri jasa keuangan yang berpartisipasi dalam menghadirkan peserta pada kegiatan hari ini.
Pada kesempatan tersebut, Robert juga menyampaikan perkembangan Simpanan Pelajar di Sulawesi Utara. “Posisi Juni 2026, jumlah rekening telah mencapai 568.965 rekening, meningkat 10,88 persen atau 55.817 rekening dibandingkan Juni 2025. Sementara itu, nominal tabungan mencapai 218,08 miliar, meningkat 7,51 persen atau 15,23 miliar secara tahunan,” jelas Robert.
Capaian ini menurutnya tentunya patut diapresiasi. Namun, tidak berhenti pada semakin banyaknya pelajar yang memiliki rekening. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana akses tersebut diikuti dengan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, sehingga budaya menabung benar-benar tumbuh dan berkelanjutan di kalangan generasi muda sulawesi utara.
Pada acara tersebut Pemerintah Provinsi Sulut, OJK Sulutgo bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) di Sulut menyerahkan inklusi keuangan yaitu:
Dari Bank BSG berupa Pembukaan Tabungan Bohusami Young Kepada SRMP 21 Manado yang diserahkan oleh oleh Gubernur Sulut dan kepada SMA Negeri 1 Manado diserahkan oleh oleh Gubernur Sulut dan Direktur Umum, Joubert Dondokambey.
Sementara dari Pegadaian berupa Tabungan Emas 13.000.000 kepada 84 peserta Mahasiswa FISIP Unsrat yang diserahkan Gubernur dan Pimpinan IJK, Andy Novriza.
Bank Matuari berupa Tabungan Simpel kepada pelajar SD Tridharma sebesar Rp 300.000 diserahkan oleh Gubernur dan Pimpinan IJK Andiwanto.
BRI berupa 24 Rekening BRI Junio Rp 3.600.000 kepada gabungan peserta CCK (SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 2 Bitung, SMA Lentera Sangihe, SMA 1 Modayag) diserahkan Gubernur dan Pimpinan IJK Endry.
Bank Mandiri Taspen menyerahkan Mockup berupa Al Qur’an kepada Peserta Man Model 1 Manado diserahkan Gubernur.
BPR Citra Dumoga berupa Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar kepada 10 orang pelajar SD Negeri 16 Manado yang diserahkan Gubernur dan
BNI berupa 100 Rekening Tabungan Simpel Rp2.500.000,- kepada SMA Kristen Eben Haezer yang diserahkan oleh Gubernur dan Pimpinan BNI, Didi Suprijanto.
Bank Banten berupa 20 Rekening Tabungan Simple Rp. 2.000.0000 kepada SMP Kristen Tabitha Manado diserahkan Gubernur dan Pimpinan IJK Sonya Tangkere.
Bank BCA berupa Flazz Card BCA kepada 5 orang @250.000 dengan total nonimal Rp1.250.000 kepada SMP Kristen Eben Heazer Manado Diserahkan Gubernur dan Pimpinan IJK Farida Hotma Siregar serta
Bank Mandiri berupa 100 Rekening Tabungan Simpel Rp2.500.000,- kepada SMA Katolik Frater Don Bosco Manado yang diserahkan Diserahkan Gubernur.(jou)
