Barometer.co.id – Amurang. Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada tahun 2022 akan memiliki pabrik kelapa terpadu dan turunannya yang masuk dalam program strategis nasional, factory sharing. Program yang juga menjadi unggulan Presiden dalam rangka peningkatan ekonomi.

Keberhasilan Minsel mendapatkan program unggulan nasional tak lepas dari lobby yang dilakukan Bupati Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Petra Yani Rembang serta ditunjang Gubernur Olly Dondokamber bersama Wakil Gubernur Steven Kandow.

Pabrik kelapa terpadu dan turunannya akan mengolah sabut, tempurung, daging dan air kelapa. Namun untuk tahap pertama pabrik yang dibangun diprioritaskan pengolahan sabut kelapa. Untuk mengolah sabut kelapa, bekerjasama dengan Reka Daya.

“Program unggulan Presiden ini dilaksanakan di lima provinsi dari sebelumnya 34. Salah satunya di Sulut dan Minsel dipilih karena kesiapan dan juga menjadi sentra kelapa. Pasar pangsanya sudah jelas, kerjasama dengan Reka Daya, nantinya akan menjadi pemasok di Toyota, Pertamina dan PT Kereta Api,” sebut Kadis Koperasi dan UMKM Dr Meidy Maindoka.

Disebutkannya juga terpilihnya Minsel karena dinilai oleh pemerintah pusat paling siap. Proyek ini sudah disinkronkan dengan RPJMD dan Renstra. Bahkan sudah disesuaikan dengan RTRW.

“Memang Minsel paling siap secara administrasi maupun lokasi. Pabrik nantinya di bangun di Desa Kapitu Kecamatan Amurang Barat. Saat ini juga sudah diselesaikan visibility study. Bulan depan akan dilanjutkan dengan DED (Detail Engeneering Design). Bupati juga sudah menandatangani MoU dengan Unsrat,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan investasi yang digelontorkan pemerintah pusat untuk pembangunan pabrik dan peralatan sebesar Rp 100 miliar. “Bila sudah beroperasi akan mampu meningkatkan pendapatan petani kelapa dan praktis meningkatkan ekonomi Minsel,” pungkas Maindoka.(jim)