Barometer.co.id-Manado. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) saat ini tengah mengirimkan email blast dan WhatsApp blast kepada wajib pajak terkait implementasi Sistem Inti Administrasi Perpajakan atau Core Tax Administration System (Coretax). DJP meminta masyarakat mewaspadai potensi penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan pengiriman email blast dan WhatsApp blast ini.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti mengatakan, DJP mengirimkan email blast dan WhatsApp blast dengan nomor terverifikasi +62 822-3000-9880 kepada para Wajib Pajak mengenai imbauan untuk mengakses perkembangan informasi terkait Coretax pada laman landas https://pajak.go.id/id/reformdjp/coretax.

“Sehubungan dengan hal tersebut, kami imbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap adanya potensi penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi pengiriman email blast dan WhatsApp blast tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, email blast dan WhatsApp blast yang dikirimkan oleh Direktorat Jenderal Pajak:
a. tidak melampirkan/menggunakan file APK;
b. tidak meminta mengunduh aplikasi apa pun;
c. tidak meminta update atau pemadanan data Nomor Induk Kependudukan menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (pemadanan NIK-NPWP), atau update data apa pun terkait profil Wajib Pajak;
d. tidak meminta verifikasi informasi data sensitif berupa nama ibu kandung, tanggal lahir, nomor telepon, alamat, dan sebagainya;
e. tidak meminta transfer sejumlah uang untuk pembayaran Bea Meterai, pembayaran tunggakan pajak, atau pembayaran lainnya; dan/atau
f. tidak meminta kode unik One Time Password (OTP).

Apabila memerlukan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi kantor pajak terdekat atau Kring Pajak 1500 200. “Masyarakat juga dapat mengadukan tindakan penipuan ke situs Kementerian Komunikasi dan Digital dengan laman https://aduannomor.id/ (untuk aduan terkait nomor telepon) dan https://aduankonten.id/ (untuk aduan terkait konten dan aplikasi),” kata Astuti.(jou)