Barometer.co.id-Manado. Kinerja perbankan di Sulawesi Utara menunjukkan pertumbuhan positif pada periode Juni 2025. Namun dari semua indikator, baik aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga kredit tumbuh di bawah nasional. Sementara NPL dan LDR justru berada di atas nasional.
“Secara umum, kinerja perbankan di Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan yang positif pada Juni 2025,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (Sulutgomalut), Robert Sianipar pada media update, Selasa (16/09/25).
Untuk total aset perbankan Sulut sampai dengan bulan Juni 2025 sebesar Rp102,93 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp34,30 triliun dan kredit mencapai Rp54,18 triliun.
Baik aset, DPK dan kredit perbankan di Sulut mengalami pertumbuhan, namun berada di bawah nasional. Aset perbankan Sulut tumbuh 4,93% (yoy), sedangkan nasional tumbuh 6,54% (yoy). Kemudian DPK Sulut tumbuh 4,92% (yoy) sementara nasional tumbuh 6,92% (yoy) dan Kredit di Sulut tumbuh 4,64% (yoy) sedangkan nasional berhasil tumbuh 7,73% (yoy).
Sementara Capital Adequacy Rasio (CAR) perbankan Sulut hanya 18,96%, sedangkan nasional mencapai 25,85%. CAR atau Rasio Kecukupan Modal adalah ukuran modal yang dimiliki bank dibandingkan dengan aset yang tertimbang risikonya. CAR yang tinggi menunjukkan bahwa bank lebih aman bagi deposan dan dapat menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. CAR BPR Sulut lebih baik dibanding bank umum, yakni mencapai 23,34%.
Sementara Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet perbankan Sulut 2,55%, lebih tinggi dari nasional yang hanya 2,44%. Loan to Deposite Ratio (LDR) perbankan di Sulut juga sangat tinggi, yakni mencapai 157,96%, sementara nasional hanya 86,75%. LDR adalah perbandingan antara dana yang dihimpun dari masyarakat dengan kredit yang disalurkan. LDR perbankan Sulut yang sebesar 157,96% menunjukkan 57,96% kredit yang disalurkan, dananya berasal dari luar daerah. Hal ini terlihat dari DPK yang hanya Rp34,30 triliun, sedangkan kredit yang disalurkan mencapai Rp54,18 triliun.(jou)

