Barometer.co.id-Manado. Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo secara umum tumbuh positif pada posisi 31 Desember 2025. Hanya di sektor spesifik yakni Asuransi umum, asuransi jiwa dan modal ventura yang mengalami penurunan, sedangkan di sektor lainnya yakni perbankan, pasar modal, perusahaan pembiayaan, dana pensiun dan fintech lending mengalami pertumbuhan positif.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara-Gorontalo (Sulutgo), Robert Sianipar mengatakan, di sektor perbankan pada 31 Desember 2026, terjadi kenaikan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pertumbuhan kredit secara tahunan. Di Sulut, aset tumbuh 8,65 persen, DPK tumbuh 10,87 persen dan kredit tumbuh 6,14 persen. Sedangkan di Gorontalo, aset, DPK dan kredit masing-masing tumbuh 5,87 persen, DPK 5,60 persen dan Kredit 3,19 persen,” kata Robert pada media update Triwulan I 2026 OJK Sulutgo, Rabu (04/02/26) di Manado.
Jumlah aset perbankan Sulut pada posisi Desember 2026 sebesar Rp107,935 triliun, DPK Rp34,812 triliun dan Kredit Rp56,774 triliun. sedangkan di Gorontalo, aset sebesar Rp20,091 triliun, DPK Rp6,704 triliun dan kredit Rp18,111 triliun.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan aset perbankan nasional sebesar 9,66%, DPK 5,60% dan kredit 9,63%. Jumlah aset perbankan nasional sebesar Rp13.870 triliun, DPK 10.227 triliun dan kredit 8.872 triliun.
Di Industri Pasar Modal, terjadi peningkatan tajam pada jumlah investor atau (SID). Pada posisi November 2026, SID di Sulut sebanyak 144.566 investor, meningkat 26,97 secara year on year (yoy) sedangkan di Gorontalo jumlah SID sebanyak 56.538 investor, naik 31,85% (yoy).
Selanjutnya di sektor Perusahaan Pembiayaan atau multifinance, pembiayaan yang disalurkan di Sulutgo sebesar Rp11,12 triliun, terdiri dari di Sulut Rp8,387 triliun sedangkan di Gorontalo 2,726 triliun. “Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Sulutgo berhasil tumbuh 7,32 persen secara tahunan,” kata Robert. Pertumbuhan di Sulut 6,47% dan di Gorontalo 10,02%. Tingkat risiko pembiayaan bermasalah (NPF) di Sulutgo cukup rendah, yakni di bawah 5%, masing-masing 2,98%, dan 2,31%.
Sementara di sektor Dana Pensiun menurut Robert mengatakan terjadi pertumbuhan yang tercermin dari peningkatan Aset sebesar 4,57% (yoy) dan Investasi sebesar 5,18% (yoy). Sedangkan penyaluran pembiayaan oleh Fintech Lending mengalami peningkatan pesat dengan rincian. Di Sulut meningkat 36,78% (yoy) dan Gorontalo sebesar 43,45% (yoy). Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) cukup rendah yaitu 1,47% di Sulut dan 1,41% di Gorontalo.
Jumlah pembiayaan Fintech Peer to Peer Lending di Sulut sebesar Rp1,058 triliun dan Gorontalo Rp475,32 miliar. Dan total Sulutgo sebesar Rp1,534 triliun.(jou)

