Barometer.co.id-Manado. Provinsi Sulawesi Utara mendapat alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun 2026 sebanyak 74.032 ton. Alokasi tersebut terdiri dari pupuk bersubsidi untuk pertanian sebanyak 73.817 ton dan perikanan 215 ton.
“Sampai dengan bulan April 2026, jumlah pupuk seluruh varian yang sudah tersalur sebanyak 10.56o ton, atau baru 14,26 persen dari alokasi,” kata Endah Wulandari, Senior Manager Regional 4B PT Pupuk Indonesia (Persero), Jumat (17/04/26).
Jenis Pupuk bersubsidi yang dialokasikan di Sulut yaitu Urea, Phonska, NPK Kakao, Pupuk Organik dan SP36 untuk perikanan. Sementara untuk pupuk ZA khusus tebu tidak ada, karena memang di Sulut tidak ada petani tebu.
Endah mengatakan, realisasi pupuk bersubsidi di Sulut hingga bulan April 2026 terbilang kecil dibanding Regional 4 Indonesia Timur yang mencapai 20% dan bahkan nasional 28%. “Hal ini disebabkan karena e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang terdaftar di Sulut cukup besar. Jadi mungkin alokasi yang disiapkan pemerintah cukup tinggi tapi realisasi masih cukup rendah,” kata Endah.
Sebagai perbandingan, alokasi pupuk bersubsidi untuk Regional 4 yang mencakup Sulawesi, Maluku dan Papua sebanyak 1,69 juta ton. Dan yang sudah terealisasi sebesar 332,255 ton (20%). Sementara secara nasional, alokasi sebesar 9,85 juta ton dan yang sudah terealisasi 2,75 juta ton (28%).(jou)
