Barometer.co.id-Manado. Kinerja ekspor Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 mengalami pertumbuhan yang tinggi yakni 47,28% (yoy) dengan nilai mencapai 1,23 miliar dolar AS. Di tahun 2024, nilai ekspor hanya 839,48 juta dolar AS.
Pertumbuhan nilai ekspor yang tinggi tersebut ditunjang oleh meningkatnya nilai ekspor komoditas andalan Sulut yakni Lemak dan Minyak Hewani/nabati yang mencapai 67,09%. “Komoditas ini pun menyumbang 70,67% terhadap total nilai ekspor Sulut,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Bhayu Prabowo, yang mewakili BPS Sulut, Agus Sudibyo.
Selama tahun 2025, nilai ekspor Lemak dan Minyak Hewani/Nabati mencapai 873,79 juta dolar AS, sementara tahun 2024 hanya 522,96 juta dolar AS. Komoditas berikutnya yaitu Ikan, Krustasea dan Moluska sebesar 95,79 juta dolar AS (share 7,75%) dan Olahan daging, Ikan, Krustasea dan Moluska sebesar 69,87 juta dolar AS (5,65%).
Negara tujuan ekspor terbesar Sulut tahun 2025 adalah Tiongkok dengan nilai sebesar 282,01 juta dolar AS (22,81%), Belanda 267,74 juta dolar AS (21,65%) dan Filipina 218,49 juta dolar AS (17,67%). Selanjutnya adalah Amerika Serikat senilai 86,29 juta dolar AS (6,98%) dan Korea Selatan 81,00 juta dolar AS (6,55%).(jou)
