Barometer.co.id-Manado. Penduduk miskin di Sulawesi Utara pada September 2025 sebesar 6,62%, turun 0,09% dibanding Maret 2025 yang sebesar 6,71%. Angka kemiskinan di Sulut ini merupakan yang terendah di Pulau Sulawesi dan juga di bawah nasional yang sebesar 8,25%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Agus Sudibyo mengatakan, ada beberapa faktor yang mendorong penurunan angka kemiskinan di Sulut. “Pertama adalah program nasional Makan Bergizi Gratis atau MBG yang telah dilaksanakan secara masif. Kedua turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka di perdesaan. Ketiga Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada triwulan III 2025 dan keempat Konsumsi rumah tangga triwulan III-2025 lebih tinggi dibanding triwulan I-2025,” kata Agus, Kamis (05/02/26).

Agus yang baru saja menjabat sebagai Kepala BPS Sulut menjelaskan, persentase kemiskinan diukur berdasarkan Garis Kemiskinan, yang pada September 2025 sebesar Rp557.310, naik dari Maret yang sebesar Rp530.304. “Penduduk yang membelanjakan pendapatannya di bawah garis kemiskinan masuk dalam kategori miskin. Sedangkan yang membelanjakan di atas garis kemiskian, tidak dikategorikan miskin. Tetapi juga bukan berarti kaya,” jelas Agus.

Dari angka garis kemiskinan yang sebesar Rp557.310, 77,89% atau sebesar Rp434.089 digunakan untuk kebutuhan makanan. Sedangkan 22,11% atau sebesar Rp123.221 untuk kebutuhan nonmakanan.

“Jika dilihat dari komoditas utama penyumbang garis kemiskinan di kota dan desa, beras berada di paling atas. Sebanyak 25,12 persen dari pendapatan penduduk miskin di kota dan 25,18 persen di desa, dibelanjakan untuk beras. Kedua adalah rokok dengan persentase yang cukup tinggi yakni 10,78 persen di kota dan 10,03 di desa,” kata Agus.

Untuk garis kemiskinan Rumah Tangga, berada pada angka Rp3.087.497. Pada September 2025, rata-rata satu rumah tangga miskin di Sulawesi Utara memiliki 5 sampai 6 anggota rumah tangga.

Sebagai perbandingan, provinsi lainnya di Pulau Sulawesi persentase penduduk miskin di atas Sulut. Penduduk miskin di Provinsi Gorontalo mencapai 12,62%, Sulawesi Tengah 10,52%, Sulawesi Barat 10,18%, Sulawesi Tenggara 10,14% dan Sulawesi Selatan 7,43%.(jou)