Barometer.co.id-Manado. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi dan juga LPG hingga Desember 2026.

“Jadi untuk subsidi BBM, Insya Allah uang kita cukup. Dan kita sudah memutuskan dalam rapat kabinet sampai dengan Desember tidak ada kenaikan BBM untuk rakyat. Tidak hanya itu, untuk LPG juga tidak kita naikkan,” kata Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara di Manado, Sabtu (11/04/26).

Ia mengatakan, sekalipun ICP (Indonesia Crude Price) naik, tapi BBM subsidi tidak dinaikkan. Kenaikan harga ICP menurut Bahlil memang menambah subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah. “Kalau ICP naik ke 100 dollar AS, itu berarti kita tambah dana subsidi 230 triliun, kurang lebih, dari subsidi sebelumnya. Tetapi kalau ICP naik, kita juga menambah pendapatan negara,” katanya.

Bahlil kemudian merinci sumber dana sebesar RP230 triliun untuk menutupi subsidi BBM akibat kenaikan harga minyak dunia. Mulai dari peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), menaikkan harga nikel, menaikkan pajak ekspor nikel dan sebagian kecil batubara, serta efisiensi dari program-program yang belum prioritas.

“Dari PNBP, negara bisa mendapatkan tambahan pendapatan Rp119 triliun. Kemudian dengan menaikkan harga nikel supaya mendapat royalti, negara mendapat tambahan kurang lebih 30 triliun. Dan dari pajak ekspor nikel serta sebagian kecil batubara, negara mendapat tambahan pendapatan 20 triliun lagi. Sisanya, kurang lebih 60 triliun dari hasil efisiensi program yang belum prioritas,” jelas Bahlil.(jou)