Barometer.co.id-Manado. Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif MARS menegaskan korban meninggal dunia saat kebakaran di Megamall Manado, Sabtu (16/05/26), bukan karena luka bakar langsung, melainkan akibat hirupan gas beracun saat kebakaran terjadi.
“Korban diduga kuat menghirup asap pekat kebakaran yang mengandung gas Karbondioksida (CO2) dan Karbonmonoksida (CO). Gas-gas beracun inilah yang memicu terjadinya gagal napas hingga berujung pada kematian,” kata dia di Manado, Senin.
Tim forensik menemukan luka lecet mengelupas dan efek kehitaman di beberapa bagian tubuh seperti dahi, wajah, leher, tangan, perut, dan kaki, namun total luas luka bakar dipastikan kurang dari 20 persen.
Usai dilaksanakan pemeriksaan dan identifikasi di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, jenazah korban peristiwa kebakaran Megamall Manado diserahkan ke pihak keluarga.
Berdasarkan pemeriksaan luar dan barang bawaan yang melekat pada tubuh korban, identitas korban bernama Pricilia Nelly Tamawiwy (34), pekerjaan sebagai pegawai Megamall Manado dan beralamat di Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Jenazah tiba di bagian Forensik RS Bhayangkara Manado menggunakan ambulans pada Minggu (17/5), sekitar pukul 00.57 Wita.
Identitas diperkuat oleh nametag yang masih tergantung di leher korban saat dievakuasi.
Setelah proses pemeriksaan luar selesai, pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi dalam dan telah menandatangani surat penolakan resmi.
“Petugas medis telah memandikan serta melakukan proses pengawetan (embalming) terhadap jenazah. Seluruh barang milik pribadi korban juga sudah diserahkan kembali secara utuh kepada pihak keluarga. Pada pukul 05.00 Wita, jenazah langsung dibawa oleh keluarga untuk dipulangkan ke kampung halaman,” ujar dia.
Peristiwa kebakaran yang menimpa salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Manado tersebut terjadi pada Sabtu (16/5) malam.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan, dengan menurunkan Tim Bid Labfor dan Inafis untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.(ANTARA)
