Barometer.co.id-Manado. Kota Manado dan wilayah lainnya di Sulawesi Utara berada dalam wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi, kebakaran, banjir dan longsor. Untuk itu, sebagai antisipasi bila terjadi bencana, khususnya gempa bumi, PT. Pelindo Regional 4 Manado secara rutin melakukan simulasi penanganan bencana.

“Belajar dari musibah gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu, kami sudah melakukan simulasi untuk penanganan bencana seperti gempa bumi dan kebakaran. Simulasi dilakukan dengan melibatkan seluruh pegawai baik yang berada di kantor maupun di lapangan,” kata GM PT. Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie kepada media di Manado, termasuk Barometer.co.id, Kamis (04/06/26).

Ia mengatakan, pada bulan April 2026 lalu, Pelabuhan Manado melakukan simulasi kebakaran dan sudah membuat pedoman simulasi gempa bumi. Dan khusus di ruangan VIP, disediakan pedoman safety briefing sehingga setiap ada kegiatan yang berlangsung di terminal atau ada tamu yang berkunjung, mereka bisa mengetahui apa yang harus dilakukan.

“Pada pedoman dan sefety briefing dijelaskan jalur evakuasi di pelabuhan serta apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” ujar Nurlayla.

Sebagai antisipasi bila terjadi kebakaran, Pelindo Regional 4 Manado menyediakan APAR (Alat Pemadan Api Ringan) di beberapa tempat. APAR tersebut menurut Nurlayla, sudah dilakukan update, termasuk pengisian kembali. Sehingga saat dibutuhkan, APAR dapat berfungsi dengan baik.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Pemadam Kebakaran sehingga jika nanti terjadi sesuatu di pelabuhan, maka akan menjadi prioritas untuk ditangani,” kata Nurlayla.

Berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana tersebut, membuat Pelindo Regional 4 Manado siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana.(jou)