Barometer.co.id-Jakarta. Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa mengungkapkan strategi menghemat ban dan menjaga posisi di barisan depan menjadi salah satu kunci kemenangannya pada putaran kedua Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026 di Sirkuit Estoril, Portugal, akhir pekan lalu.

Ramadhipa mengatakan balapan di Estoril berlangsung tidak mudah karena suhu lintasan cukup panas dan persaingan antarpembalap berjalan ketat sejak awal hingga akhir lomba.

“Balapan kemarin cukup sulit karena cuaca cukup panas. Untuk mengatur pace cukup sulit karena juga saling fight satu sama lain,” kata Ramadhipa dalam wawancara daring bersama Astra Honda, Senin.

Dalam kondisi tersebut, Ramadhipa berusaha mengatur penggunaan ban agar tetap memiliki daya saing pada lap-lap terakhir. Ia juga memilih bertahan di kelompok depan untuk menjaga peluang apabila balapan sewaktu-waktu dihentikan karena red flag.

“Strategi kemarin tentunya menghemat ban karena cuaca cukup panas untuk menyimpan di lap-lap terakhir. Saya juga mencoba stay di depan karena kemungkinan ada red flag,” ujar Ramadhipa.

Ramadhipa mengatakan dirinya sudah menyiapkan serangan pada lap terakhir. Ia memilih titik menyalip yang dianggap paling kuat sebelum mempertahankan posisi hingga garis finis.

“Di lap terakhir saya coba overtake di titik yang saya rasa cukup kuat dan saya coba mempertahankan posisi di last sector sampai finish line,” ujarnya.

Kemenangan itu menjadi pencapaian penting bagi Ramadhipa pada musim perdananya di Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026. Sebelumnya, pembalap berusia 16 tahun tersebut sudah membuka musim dengan podium ketiga pada balapan pertama putaran Barcelona.

Ramadhipa mengatakan ia juga mampu membaca kekuatan motor dibanding para pesaingnya. Pada balapan Estoril, ia merasa motornya memiliki keunggulan di trek lurus sehingga berusaha memanfaatkan kondisi tersebut pada momen menentukan.

“Saya rasa motor saya cukup kuat di trek lurus, jadi saya coba memanfaatkan itu. Saya mengukur performa motor saya dengan rider yang lainnya dan juga melihat pace yang saya lakukan,” kata Ramadhipa.

Menurut Ramadhipa, kemampuan menjaga ketenangan menjadi hal penting ketika balapan berlangsung rapat. Ia harus tetap mengatur ritme, membaca pergerakan lawan, dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang.

Kemenangan di Estoril turut mengangkat posisi Ramadhipa ke peringkat kedua klasemen sementara Kejuaraan Dunia Junior Moto3 2026 dengan 51 poin. Ia terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen sementara asal Italia Giulio Pugliese. Meski demikian, ia memilih tetap fokus menyelesaikan setiap balapan dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

“Target saya cuma mau finis setiap race dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin. Saya tidak mau pressure diri saya sendiri,” ujar Ramadhipa.(ANTARA)