Barometer.co.id-Manado. Provinsi Sulawesi Utara mengalami deflasi 1,05% (mtm) pada bulan Juli 2026. Deflasi di bulan Juli ini pun menurunkan inflasi tahunan menjadi 2,53%, setelah pada bulan Juni mencapai 3,83%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Watekhi mengatakan, terjadinya deflasi pada bulan Juli disebabkan oleh Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami deflasi 3,57% dan secara total menyumbang deflasi 1,23%. Dan untuk inflasi tahun kalender sampai dengan bulan Juli sebesar 3,38%.
“Deflasi terutama dipengaruhi oleh turunnya harga komoditas cabai rawit, bawang merah, tomat, dan cabai merah yang berada di kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Sementara komoditas lainnya yang juga turun adalah angkutan udara di Kelompok Transportasi,” kata Watekhi saat menyampaikan rilis, Senin (03/08/26).
Sementara di sisi lain, faktor yang mengalami inflasi atau penahan deflasi adalah kenaikan tarif akademi/perguruan tinggi, beras, ikan malalugis, daun bawang, dan bawang putih.
Watekhi mengatakan, komoditas yang mengalami deflasi terdalam adalah cabai rawit yakni sebesar -0,90%, kemudian Bawang Merah -0,33% dan Tomat -0,24%. Sementara komoditas yang mengalami inflasi yang tertinggi adalah Akademi/Perguruan Tinggi sebesar 0,14%, Beras 0,11% dan Ikan Malalugis 0,08%.
“Penurunan harga cabai rawit dan tomat terjadi karena meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang sedang memasuki musim panen. Komoditas Cabai Rawit dipasok dari Gorontalo, Minahasa dan Bolaang Mongondow Raya, sementara komoditas tomat dipasok dari Minahasa dan Minahasa Selatan,” jelas Watekhi.
Sedangkan penurunan harga bawang merah pada bulan Juli karena meningkatnya pasokan dari daerah pemasok seperti Bima dan Makassar. Bertambahnya stok yang masuk melalui distributor meningkatkan ketersediaan bawang merah di pasar sehingga menekan harga bawang merah.
Di sisi lain, meningkatnya
Sebaliknya, naiknya tarif Akademi/Perguruan Tinggi seiring dengan dimulainya tahun ajaran baru yang dipengaruhi oleh meningkatnya biaya perasional/Uang Kuliah Tunggal (UKT).(jou)
