Barometer.co.id-Jakarta. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menilai pertumbuhan investor Single Investor Identification (SID) di pasar modal Indonesia mencerminkan minat tinggi masyarakat untuk memulai investasi.

Mengacu laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal Indonesia tumbuh 47,63 persen year to date (ytd) mencapai 30,06 juta SID hingga akhir Juli 2026.

“Pencapaian tersebut menunjukkan semakin besar keinginan masyarakat untuk mulai berinvestasi di pasar modal Indonesia,” kata Direktur Penyelesaian, Kustodian, dan Pengawasan KSEI Eqy Essiqy di Jakarta, Jumat.

Tren pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia ini, lanjutnya, seiring dengan hasil berbagai inisiatif pendalaman dan upaya penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

Lebih lanjut, Eqy mengatakan pertumbuhan ini tidak lepas dari kolaborasi aktif para pemangku kepentingan terkait, mulai dari Self-Regulatory Organization (SRO), perusahaan efek, hingga perbankan.

“Pertumbuhan pasar modal ini dibangun oleh kerja sama antara institusi, mulai dari SRO, perusahaan efek, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki tentunya misi yang sama untuk memajukan pasar modal di Indonesia,” ujar dia.

Kolaborasi antarpihak ini pun, lanjut Eqy, membuahkan berbagai inovasi menarik untuk mempermudah masyarakat mengakses pasar modal Indonesia.

“Tentunya KSEI senantiasa mendukung berbagai inovasi yang tetap berlandaskan prinsip keamanan, efisiensi, transparansi, dan tentunya perlindungan investor,” kata dia.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk mulai berinvestasi, membangun kebiasaan investasi yang berkelanjutan, serta berkontribusi pada pertumbuhan basis investor di pasar modal Indonesia,” imbuhnya.

Eqy menambahkan, KSEI juga meyakini bahwa dengan semakin kuat kolaborasi para pelaku industri, maka semakin kuat pula fondasi ekosistem pasar modal di Indonesia.

“Dengan demikian, peningkatan jumlah investor juga selaras dengan investor yang aktif memahami risiko investasi dan memiliki kepercayaan terhadap integritas pasar modal Indonesia,” ujar dia.(ANTARA)