Barometer.co.id-Manado. Kontingen Tenis Meja Sulawesi Utara berhasil meraih prestasi luar biasa di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja Tahun 2026.
Keberhasilan Triono Poiyo lolos ke babak final kategori tunggal putra dewasa merupakan prestasi luar biasa bagi Sulut sepanjang sejarah keikutsertaannya di Kejuaraan Nasional Tenis Meja.
Terakhir Sulawesi Utara meraih prestasi berupa medali perak ketika atlet tunggal dewasa putri Lidya Waluyan lolos ke babak final PON VIII Tahun 1993 atau 33 tahun silam.
Ketika itu, Lidya Waluyan kalah dramatis dengan skor 2-3 atas atlet Rossy Pratiwi Dwipoyanti Syechbubakar, yang kala itu adalah atlet putri terbaik Indonesia.
Hasil capaian yang diraih kontingen Sulut di ajang nasional baru bisa terulang kembali di Kejurnas Tahun 2026 yang berlangsung di Baywalk Mall Pluit Jakarta, Senin 28 September 2026 ketika Triono Poiyo tampil di babak final menantang peraih medali emas tunggal putra PON XIX Aceh Sumut, Rafanael Nikola Nirman dari Provinsi Lampung.
Pertandingan yang berlangsung ketat dan dramatis akhirnya dimenangkan Rafanael sehingga Rio, sapaan akrab Triono Poiyo hanya bisa mendulang medali perak sekaligus mendongkrak peringkat klasemen kontingen Sulut ke urutan 11 dengan raihan 1 medali perak.
Kendati hanya berhasil mendulang medali perak, tapi setidaknya Tenis Meja Sulut dibawah pimpinan Alfred Steven Rumawas sebagai Ketua Umum Pengprov PTMSI Sulut masa bakti 2026-2030 patut berbangga.
Sebab, penantian panjang Tenis Meja Sulut selama kurun waktu 33 tahun dalam upaya meraih prestasi nasional di kategori dewasa baru bisa terjawab pada Kejurnas Tahun 2026.
Karena itulah, Alfred Rumawas memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen Sulut yang telah berjuang mengangkat prestasi Sulut di Kejurnas Tenis Meja Tahun 2026.
Secara khusus Alfred Rumawas menyatakan terima kasih atas perjuangan Triono Poiyo serta ofisial kontingen terutama Wakil Ketua 2 Mansyur Lakoro yang terus memotivasi para pemain saat berlangsungnya kejurnas.(dni)
