Barometer.co.id-Manado. Sejumlah media di Manado mendapat kesempatan dari PT. Daya Adicipta Wisesa (DAW) untuk mengetes Honda Vario Evo 160 dalam penggunaan sehari-hari. Pengetesan kali ini pun berbeda dengan sebelumnya. Sebab media diberi kesempatan untuk menggunakan Honda Vario Evo 160 selama satu minggu.
Media ini pun termasuk salah satu yang mendapat kesempatan untuk menggunakan Honda Vario Evo 160 ini. Sejak pertama kali mengendarai motor ini, langsung terasa tenaganya yang instan saat handle gas dibuka. Honda Vario Evo 160 ini menggunakan mesin 156,9 cc dan mampu menghasilkan tenaga 11,3 kW (15,4 PS) / 8.500 rpm.
Manuver di jalanan pun terasa lincah. Sehingga saat berkendara di dalam kota membelah kemacetan, tidak akan menemui kesulitan. Ketika berkendara dalam kondisi lalu lintas macet, maka akselerasi dan kelincahan memang sangat berperan. Hal ini akan membuat kita dengan mudah membelah kemacetan.
Dan jika lalu lintas lancar, motor ini pun memberikan kenyamanan dengan kecepatan dan kestabilan. Membawa motor yang stabil akan membuat kita merasa aman dan nyaman saat berkendara.
Honda Vario Evo 160 ini menggunakan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang membuat pengendaraan stabil saat berkendara di kemacetan maupun di lalu lintas yang lancar.
Selain merasakan berkendara di dalam kota, media ini pun mencoba jalanan perdesaan yang sedikit menantang. Jalanan yang dipilih adalah Desa Wori yang masuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara. Dengan mengambil jalur dari Pandu menuju Wori, kontur jalanan cukup bervariasi seperti berbelok-belok, turunan dan tanjakan yang tidak terlalu tinggi. Kondisi jalan yang mulus dan lebar membuat berkendara di jalur ini dengan Honda Vario Evo 160 terasa menyenangkan.
Setiap tikungan dan tanjakan atau turunan hanya akan membuat berkendara semakin asyik. Hal ini pun ditunjang selain dengan tenaga yang besar, juga sistem pengereman yang baik. Sebab Honda Vario Evo 160 sudah dilengkapi dengan sistem pengereman CBS atau Combi Brake System, di mana pengereman dilakukan baik di roda depan maupun belakang secara bersamaan. Rem depan dan belakang cakram, kecuali tipe CBS rem balakang tromol. Hal ini membuat pengereman menjadi stabil.
Bahkan di tipe tertinggi, Honda Vario Evo 160 dilengkapi dengan ABS atau Anti-lock Braking System. Dengan adanya ABS ini, maka roda tidak akan terkunci saat dilakukan pengereman penuh secara mendadak. ABS akan membuat roda masih tetap berputar dan motor pun dapat dikendalikan saat dilakukan rem mendadak.
Setelah melewati jalananan mulus dan lebar dari Pandu menuju Wori, maka jalur selanjutnya dari Wori menuju Manado lebih menantang. Sebab di jalur ini, jalan lebih sempit, dan walaupun diaspal, namun tidak semulus dari Pandu menuju Wori. Di beberapa tempat bahkan jalan berlubang sehingga harus lebih hati-hati. Apalagi di jalur ini terdapat lebih banyak tanjakan dan turunan yang lebih tinggi.
Di sini, tenaga dan sistem pengereman lebih diuji lagi kemampuannya. Namun selama melalui jalur tersebut, Honda Vario Evo 160 tidak menemui kendala sama sekali. Saat melalui tanjakan yang tinggi, tetap bisa dilalui dengan mudah tanpa usaha yang keras. Bahkan ketika sempat melambat di tengah tanjakan karena ada kendaraan di depan yang berjalan pelan, maka saat melakukan akselerasi kembali, Honda Vario Evo 160 yang memiliki torsi 14,0 Nm (1,4 kgf,m) / 6.500 rpm dengan mudah melaju.
Saat melakukan pengereman di turunan yang cukup terjal pun, Honda Vario Evo 160 ini tidak mengalami kesulitan. Sistem pengereman berfungsi dengan baik sehingga tidak perlu khawatir.
Honda Vario Evo 160 memang memiliki tenaga yang lebih besar dibanding pendahulunya. Hal ini pun sedikit berimbas pada penggunaan bahan bakar yang menjadi sedikit lebih boros. Namun motor ini telah dilengkapi dengan Idling Stop System (ISS) yang secara otomatis akan mematikan mesin saat motor berhenti selama 3 detik.
ISS ini sangat berguna diterapkan saat berkendara di dalam kota, di tengah kemacetan dan lampu merah. Saat berhenti sebentar, misalnya di lampu merah, maka mesin motor secara otomatis akan mati, dan jika lampu sudah hijau, cukup langsung membuka handle gas, mesin motor kembali hidup dan bisa langsung berjalan. Fitur ini dapat diaktifkan dan dinonaktifkan sesuai dengan keinginan.
Sedikit tips untuk menghemat BBM, jangan terlalu sering membuka handle gas terlalu besar jika tidak diperlukan. Misalnya di tengah kemacetan, cukup membuka sedikit handle gas untuk menjalankan motor. Sebab walaupun handle gas hanya dibuka kecil, motor sudah bisa melaju sesuai dengan kondisi di tengah kemacetan.
Jika membuka handle gas terlalu besar tetapi kemudian baru berjalan sedikit langsung melakukan pengereman, maka tenaga besar yang dikeluarkan akan terbuang percuma. Dan hal itu membuat penggunaan BBM boros.
Handle gas dapat dibuka full saat akan mendahului kendaraan lain, atau di lalu lintas yang lengang atau ke luar kota. Sehingga tenaga yang dikeluarkan benar-benar terpakai secara optimal.
Untuk fitur, Honda Vario Evo 160 ini telah menyediakan USB Type-C Charger. Sehingga kita tidak perlu khawatir, jika saat akan beraktivitas di pagi hari dan ternyata handphone sudah lowbatt. Handphone dapat dicharge saat dalam perjalanan, sehingga saat sampai di tujuan sudah terisi. Fitur yang pastinya akan sangat berguna dalam penggunaan sehari-hari.
Di Sulawesi Utara, Honda Vario Evo 160 ini dijual dengan harga OTR, untuk tipe CBS Rp31.660.000, CBS Nitro Rp31.910.000, dan tipe ABS Rp34.760.000.(joudy)
| Spesifikasi: Honda Vario Evo 160 | |
| Mesin: | |
| Tipe Mesin | 4 Langkah, 4-Valve, eSP+ |
| Volume Langkah | 156,9 cc |
| Tipe Pendinginan | Pendinginan Cairan |
| Sistem Suplai Bahan Bakar | PGM-FI (Programmed Fuel Injection) |
| Diameter x Langkah | 60 x 55,5 mm |
| Perbandingan Kompresi | 12,0 : 1 |
| Daya Maksimum | 11,3 kW (15,4 PS) / 8.500 rpm |
| Torsi Maksimum | 14,0 Nm (1,4 kgf,m) / 6.500 rpm |
| Tipe Transmisi | Otomatis, V-Matic |
| Tipe Starter | Elektrik |
| Tipe Kopling | Otomatis, Sentrifugal, Tipe Kering |
| Tipe Minyak Pelumas | Basah |
| Kapasitas Minyak Pelumas | 0,8 liter (Penggantian Periodik) |
| Tipe Rangka | Underbone – eSAF |
| Ukuran Ban Depan | 100/80 – 14M/C Tubeless |
| Ukuran Ban Belakang | 120/70 – 14M/C Tubeless |
| Rem Depan | Cakram Hidrolik, Piston Tunggal |
| Rem Belakang | CBS: Tromol |
| Sistem Pengereman | Anti-Lock Braking System (ABS) & Combi Brake System (CBS) |
| Tipe Suspensi | Depan Teleskopik |
| Tipe Suspensi | Belakang Swing Arm dengan Suspensi Tunggal |
| Panjang x Lebar x Tinggi | CBS: 1.929 x 686 x 1.091 mm |
| ABS: 1.929 x 696 x 1.091 mm | |
| Jarak Sumbu Roda | 1.277 mm |
| Jarak Terendah ke Tanah | 138 mm |
| Tinggi Tempat Duduk | 778 mm |
| Berat Kosong | (Curb Weight) CBS: 116 kg | ABS: 118 kg |
| Kapasitas Bagasi | 18 liter |
| Kapasitas Tangki Bahan Bakar | 5,5 liter |
| Sumber: website astra-honda.com |
