Barometer.co.id – Amurang

Perangkat desa di Boyong Pante Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) harus ‘kerja bakti’. Pasalnya mereka sudah tiga triwulan alias sembilan bulan belum menerima gaji. Penyebabnya Alokasi Dana Desa (ADD) yang merupakan sumber pendanaan gaji perangkat desa belum dicairkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).


Belum dibayarkannya gaji perangkat desa dibenarkan oleh Hukum Tua Desa Boyong Pante Jhonedy JB Igir. Menurutnya sampe saat ini mereka hanya kerja bakti. Sehingga menurutnya perangkat desa mengeluh, sebab sudah bekerja. Meskipun nilai gaji mereka tidak seberapa, namun merupakan penghasilan utama.

“Memang benar, kami belum bisa membayangkan gaji perangkat desa. Alasannya permintaan ADD Belum diberikan oleh PMD. Pastinya semua perangkat mengeluh dan mempertanyakan alasan kenapa ADD masih ditahan,” tukas Igir ketika dikonfirmasi pada Kamis (07/09).

Kumtua mengharapkan agar pihak PMD segera mencairkan ADD. Pasalnya tidak lama lagi sudah masuk triwulan akhir tahun 2023. Belum lagi bila terus berlanjut dia khawatir akan mengganggu kerja pemerintah desa.

“Kami sudah ajukan, tapi belum juga ada tanggapan positif soal kapan ADD akan dicairkan. Bisa saja pelayanan pemerintah desa terganggu. Mereka juga punya keluarga yang memerlukan biaya,” papar Kumtua.

Sementara itu Dinas PMD melalui sekretarinya Pingkan Tamburian membenarkan soal ADD yang belum disalurkan. Tapi dia menyebut keterlambatan bukan disebabkan oleh pihaknya, melainkan Camat Sinonsayang.

“Betul, belum cair ADD-nya, pasalnya Camat belum memberikan rekom. Kalau sudah ada rekom pasti torang proses. Jadi coba ke pak camat dulu. Karena setahu kita ada alasan mendasar beliau blum kase rekom,” sebut Tamburian melalui pesan singkat.(hon)