Barometer.co.id-Manado. Tiongkok menjadi negara dengan tujuan ekspor terbesar Sulawesi Utara pada periode Januari hingga November 2025. Total nilai ekspor ke Tiongkok pada periode tersebut mencapai 236,19 Juta Dolar AS, atau mencapai 21,32% dari total ekspor Sulut yang sebesar 1,107 miliar Dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Aidil Adha mengatakan, total nilai ekspor Sulut pada Januari hingga November 2025 lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 yang baru 741,54 juta dolar AS.

“Total nilai ekspor Sulut pada Januari hingga November 2025 ini meningkat 49,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang hanya 741,54 juta dolar AS,” kata Aidil.

Ia mengatakan, negara dengan tujuan ekspor terbesar Sulut berikutnya adalah Belanda dengan total 224,15 juta dolar AS atau 20,24% dan Filipina dengan nilai 205,20 juta dolar AS atau 18,53%.

Selanjutny adalah Amerika Serikat senilai 81,88 juta dolar AS (7,29%) dan Korea Selatan sebesar 80,49 juta dolar AS (7,27%). Sementara total ekspor ke negara lainnya sebesar 279,68 juta dolar AS (25,25%).

Komoditas ekspor unggulan Sulawesi Utara menurut Aidil masih Lemak dan Minyak Hewani/Nabati. Pada periode Januari hingga November 2025 ekspor komoditas ini mencapai 776,39 juta dolar AS, meningkat 71,92% dibanding 2024 yang senilai Rp451,59 juta dolar AS.

Komoditas berikutnya dengan nilai total ekspor terbesar adalah Ikan, Krustasea dan Moluska senilai 89,23 juta dolar AS (8,06% dari total ekspor) dan Olahan dari Daging, Ikan, Krustasea dan Moluska senilai Rp63,65 juta dolar AS (5,75%).

Khusus pada bulan November, nilai ekspor Sulut sebesar Rp79,12 Juta Dolar AS, meningkat 18,73% dibanding tahun sebelumnya yang senilai Rp68,84 juta dolar AS.(jou)