Barometer.co.id-Jakarta. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyatakan bahwa Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara ingin menunjukkan harmonisnya keberagaman yang ada di Indonesia.
“Kita ingin menghadirkan keharmonisan yang ada di bawah bulan Ramadhan. Jadi teman-teman bisa datang ke sini (Imlek Festival) melihat keindahan Indonesia, keberagaman Indonesia yang terwakili di sini,” kata Irene saat ditemui di Jakarta, Minggu (22/02/26).
Irene yang juga Ketua Umum Imlek Nasional mengatakan dalam festival tersebut masyarakat dapat banyak belajar mengenai akulturasi budaya dari etnis Tionghoa dan Indonesia. Hal tersebut bisa dirasakan melalui berbagai kegiatan interaktif yang menarik untuk diikuti oleh seluruh pengunjung.
Misalnya, melalui Museum Terbuka: Akulturasi Budaya Tionghoa yang digelar pada 22 Februari sampai 1 Maret 2026, yang menampilkan cerita dan artefak tentang proses akulturasi tradisi Tionghoa dengan berbagai budaya lokal di Indonesia.
Melalui koleksi sejarah, seni visual, instalasi interaktif, dan narasi multimedia, museum ini memperlihatkan bagaimana Imlek berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia, menjadi ruang temu lintas komunitas, serta memperkaya khazanah budaya nasional yang beragam dan terbuka bagi semua kalangan.
Masyarakat juga bisa melihat berbagai pertunjukan mulai dari barongsai dan liong hingga kostum tradisional Tionghoa. Di sisi lain, tersedia aneka makanan dan minuman di stan UMKM yang tersedia di samping panggung utama.
Bertepatan dengan Ramadhan, pasar kuliner ini diharapkan menjadi pilihan lokasi berburu takjil dan berbuka puasa bagi masyarakat muslim.
Pasar ini dirancang menjadi ruang interaksi budaya dan ekonomi yang terbuka bagi semua kalangan, membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menampilkan dan menjual produk kepada masyarakat luas, sekaligus menambah semarak perayaan Imlek melalui ragam cita rasa dan inovasi produk lokal.
Irene juga menyebut keberagaman dapat dilihat dari dihadirkannya ragam stan kebugaran (wellness), bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan relaksasi maupun merasakan pijat khas Indonesia.
Selain itu, masyarakat dapat menikmati acara baik di dalam maupun ruang ruangan. Menurut dia, festival juga ingin memperlihatkan inklusivitas.
Dalam kesempatan itu, Irene turut menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan jumlah kunjungan mencapai 5 ribu sampai 10 ribu pengunjung. Namun, ia memprediksi jumlah kedatangan masyarakat akan meningkat mengingat lokasi Lapangan Banteng yang berdekatan dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral.
“Saya cukup yakin itu akan di atas target karena dari tarawih saja, limpahan ke sini pasti lebih banyak. Makanya tempatnya kita bikin cukup besar dan ini lapangan terbuka, kenapa enggak tertutup? Supaya inklusivitas itu bukan menjadi sesuatu yang kita hanya bicarakan,” tambahnya.
Imlek Festival 2577–Harmoni Imlek Nusantara perdana digelar pada 17 Februari sampai dengan 3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, dengan tagline “Harmoni Nusantara”.
Imlek yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang refleksi antar umat beragama serta masyarakat.
Sejumlah rangkaian acara yang dihadirkan dalam festival tersebut antara lain Festival Lentera, Pasar Kuliner, Seni & Kreatif, Museum Terbuka: Akulturasi Budaya Tionghoa sampai dengan cek kesehatan gratis dan berbagai ornamen film dari “Jumbo” sampai “Pelangi di Mars”.
Puncak perayaan acara bakal digelar pada 28 Februari 2026, dengan menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, pertunjukan musik dan tari tradisional, penampilan seniman nasional, serta simbol harmoni dan persatuan bangsa.(ANTARA)
