Barometer.co.id-Manado. Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara, Mario Iroth mengatakan, saham memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dibanding tabungan perbankan. Untuk itu, saham bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan uangnya.

“Masyarakat yang ingin mengembangkan uangnya, bisa melalui pasar modal dengan membeli saham. Sebab saham melalui pembagian dividen, mampu memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi, bahkan hingga tiga kali lipat dibanding tabungan di bank,” kata Mario saat Refreshment Wartawan BI Sulut, Kamis (26/02/26).

Jadi masyarakat yang hanya membeli saham kemudiana menyimpannya tanpa memperdagangkan saham tersebut, akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibanding menyimpan di bank.

Mario memberikan contoh saham PT. Bank Mandiri yang memberikan dividen sebesar 8,67%. Sedangkan PT. Matahari Department Store Tbk memberikan dividen 10,39%. Bahkan PT. Bukit Asam Tbk yang dimiliki pemerintah, memberikan dividen yang jauh lebih tinggi lagi yakni 15,36%.

Sementara bunga tabungan sesuai dengan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan di bank umum adalah 3,5% dan BPR 6%. Sementara valuta asing (valas) 2%.

“Perusahaan yang ada di pasar modal biasanya setiap tahun memberikan dividen kepada pemegang sahamnya. Nilainya memang berbeda-beda setiap perusahaan. Dan jika melihat contoh bank Mandiri, Matahari dan Bukit Asam, dividennya jauh lebih tinggi dibanding tabungan di bank,” jelas Mario.

Mario mengatakan, pada Januari 2026, jumlah investor pasar modal di Sulawesi Utara sebanyak 154.136 orang. Jumlah tersebut naik 3,4% secara bulanan atau dibanding Desember 2025. Dan secara tahunan, jumlah investor di Sulut naik sangat tinggi, yakni 32%. Dari jumlah tersebut, investor aktif sebanyak 62.900 orang. Nilai transaksi pada Januari 2026 sebesar Rp1,321 miliar.(jou)