Barometer.co.id-Manado. Ketika keluarga di seluruh Indonesia berkumpul untuk berbuka puasa saat matahari terbenam, berbagai komunitas juga menghadirkan cara mereka sendiri dalam merayakan kebersamaan Ramadan. Di Manado, suasana hangat terasa saat tokoh agama dan masyarakat, serta anak-anak yatim dan kaum dhuafa berkumpul dalam kegiatan santunan dan buka puasa bersama lintas agama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado di Masjid Jami Nurul Huda, Kelurahan Ketang Baru Manado, Rabu (11/03/26).
Didukung oleh Coca-Cola Indonesia, kegiatan ini menghadirkan momen kebersamaan bagi sekitar 300 penerima manfaat melalui santunan, paket sembako, serta hidangan berbuka puasa. Lebih dari sekadar kegiatan berbagi, acara ini menjadi ruang silaturahmi yang meneguhkan semangat “Torang Samua Basudara”—nilai persaudaraan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Manado yang majemuk.
“Kegiatan buka puasa bersama lintas agama ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah nilai yang menyatukan masyarakat kita,” ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Manado, Pdt. Handrie Dengah, M.Th.
“Kami mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Coca-Cola Indonesia, yang turut mendukung inisiatif komunitas seperti ini sehingga semakin memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan di Manado,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan umat Islam dalam FKUB Kota Manado, Muhammad Qadri Yusuf, menambahkan bahwa Ramadan juga menjadi momentum untuk berbagi nilai kebersamaan dengan seluruh masyarakat.
“Di Manado, semangat Ramadan tidak hanya dirasakan oleh umat Islam, tetapi juga oleh masyarakat lintas agama yang bersama-sama menjaga persaudaraan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai kebersamaan tetap hidup dan menjadi kekuatan bagi masyarakat Manado,” ujarnya.
Dukungan terhadap inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang. Ia menyampaikan bahwa situasi dan kondisi kehidupan masyarakat di Manado saat ini berada dalam keadaan baik dan penuh kedamaian, terlebih di bulan Ramadan yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat, tidak hanya umat Muslim. Ia menekankan bahwa keharmonisan yang terjaga di Manado perlu terus dirawat bersama.
“Kami mengapresiasi inisiatif FKUB dan Coca-Cola Indonesia yang menghadirkan ruang silaturahmi bagi masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Kedamaian ini harus terus dijaga, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi oleh kita semua sebagai masyarakat Manado. Semoga suasana penuh berkah ini terus menguatkan kebersamaan kita hingga menyambut hari raya, dan kita semua diberikan kesehatan untuk merayakannya,” ujarnya.
Kesegaran yang Melengkapi Setiap Momen Ramadan
Dukungan terhadap kegiatan ini mencerminkan komitmen Coca-Cola Indonesia untuk turut hadir dalam inisiatif komunitas yang memperkuat kebersamaan selama bulan Ramadan. Sepanjang Ramadan tahun ini, Coca-Cola Indonesia mendukung lebih dari 69.000 momen kebersamaan melalui kegiatan berbuka puasa, bazaar Ramadan, serta program komunitas di berbagai kota seperti Jakarta, Banjarmasin, Surabaya, Makassar, Aceh dan Manado.
Melalui portofolio mereknya seperti Fanta, Sprite, dan Frestea, Coca-Cola Indonesia menghadirkan kesegaran yang melengkapi momen berbuka, mulai dari kreasi minuman Fanta yang menyemarakkan suasana Ramadan, pembagian 30.000 botol Sprite dingin di pusat aktivitas masyarakat, hingga lebih dari 13.000 botol Frestea yang menemani momen berbuka yang lebih tenang dan reflektif.
Mendukung Komunitas di Berbagai Wilayah
Selain aktivitas di berbagai bazaar Ramadan, Coca-Cola Indonesia juga menghadirkan sejumlah inisiatif bersama komunitas di berbagai daerah. Di Masjid Istiqlal Jakarta, perusahaan mendukung kenyamanan jemaah melalui distribusi 8.000 paket takjil dan makan malam berbuka serta 160.000 botol Frestea dan Ades sepanjang Ramadan, termasuk saat i’tikaf di 10 hari terakhir, sekaligus berpartisipasi dalam perayaan Milad ke-48 Masjid Istiqlal.
Di Aceh, Coca-Cola Indonesia turut membantu masyarakat terdampak banjir dan longsor melalui dukungan distribusi makanan sahur dan berbuka bagi keluarga yang mengungsi.
Sementara itu, melalui kemitraan dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara, program tahunan “Ramadan Berbagi” juga menyalurkan 1.100 paket sembako dan 3.300 hidangan berbuka bagi komunitas pemulung di 36 Collection Center sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam ekosistem pengelolaan sampah di Indonesia.
“Bagi Coca-Cola Indonesia, Ramadan mengingatkan bahwa kesegaran bukan hanya tentang minuman, tetapi tentang hadir dalam momen yang berarti bagi masyarakat,” ujar Triyono Prijosoesilo, Senior Director Public Affairs, Communications, and Sustainability, PT Coca-Cola Indonesia.
“Di bazaar, masjid, hingga lingkungan tempat tinggal, peran kami sederhana, mendukung kebersamaan dengan kepedulian, rasa hormat, dan kesegaran yang menyatu secara alami dengan tradisi masyarakat Indonesia.”
Dari pasar lokal di Medan hingga masjid-masjid komunitas di Manado dan berbagai lokasi lainnya, Coca-Cola Indonesia terus melanjutkan komitmennya untuk menemani masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perjalanan Ramadan Coca-Cola Indonesia, kunjungi www.coca-cola.co.id atau Instagram dan Facebook @CocaCola_ID.(jou)
