Barometer.co.id-Manado. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman siap membantu penyaluran bibit jagung untuk cakupan area sekitar 15 ribu hektare di Sulawesi Utara (Sulut).
“Silakan minta lagi ke kami. Tadi pak Gubernur Sulut minta jagung untuk 15 ribu hektare. Aku kasih. Langsung setuju,” kata Amran di sela peninjauan lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kota Manado, Jumat (01/05/26).
Mentan Amran memastikan bahwa program pembibitan terus dilanjutkan dan diperkuat melalui dukungan pemerintah daerah.
Menurutnya, selain jagung, Presiden telah memerintahkan pengembangan tanaman kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, mete di seluruh Indonesia dengan luas 870 ribu hektare.
“Kurang lebih 1 juta hektare. Ini kita harus kawal,” katanya.
Program ini memiliki skala besar dan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja nasional hingga sekitar tiga juta orang.
Ia menegaskan bahwa untuk mendukung pelaksanaan semua program, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun yang difokuskan pada penyediaan bibit unggul secara gratis bagi masyarakat.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi tanam sekaligus memastikan petani mendapatkan akses terhadap input produksi berkualitas.
“Ini kita harus kawal bersama. Anggarannya sekitar Rp9,95 triliun atau Rp10 triliun. Khusus pembibitan dan gratis untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.
“Sukses itu tidak bisa berdiri sendiri. Ini hasil kerja kita semua, bukan saya,” katanya.
Mentan mengingatkan seluruh mitra dan pelaku usaha untuk bekerja secara profesional dan tidak menyalahgunakan anggaran negara.
“Tolong bekerja dengan benar. Tidak ada setor fee. Kalau aku tahu akan blacklist (daftar hitam) dan anda saya pidanakan termasuk pegawai saya,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa program pembibitan merupakan amanah untuk masyarakat.
“Ini program untuk rakyat. Tidak boleh kita permainkan,” pungkasnya.
Melalui penguatan program dan pengawasan langsung di lapangan, Mentan optimistis pengembangan komoditas perkebunan mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat Indonesia.(ANTARA)
