Barometer.co.id-Manado. Puluhan ribu umat mengikuti perayaan Paskah Nasional yang digelar di Pohon Kasih Megamas Manado, Rabu (08/04/26). Ketua Sinode GMIM, Pendeta Adolf Katuuk Wenas yang memberikan khotbah menyampaikan, Paskah menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk bersatu sebagai umat Tuhan yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru selamat.

“Kita boleh berbeda agama dan kepercayaan, tapi bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Ingatlah bahwa kita pernah berjuang bersama sebagai anak bangsa untuk merebut kemerdekaan,” kata Pdt. Wenas.

Ia mengatakan, perbedaan suku, ajaran agama dan ras jangan menjadikan umat terpecah, melainkan harus bersatu sebagai umat Tuhan yang mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Sementara pesan Paskah disampaikan oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC. “Umat kristiani di Sulawesi Utara yang tergabung dalam gereja-gereja Kristen Protestan dan di dalam Gereja Kristen Katolik, merayakan Paskah bersama sebagai ungkapan rasa sukacita karena telah melihat dengan iman bahwa Tuhan sudah bangkit. Dan Yesus sudah bangkit sampai detik ini. Kebangkitan Tuhan itu nyata dalam kebersamaan kita,” kata Mgr Rolly Untu.

Rangkaian ibadah Paskah Nasional ini ditutup dengan doa yang disampaikan oleh enam perwakilan Agama, yakni Kristen Protestan, Islam, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dan Kristen Katolik.

Paskah Nasional 2026 di Manado ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, yakni Hashim Djojohadikusumo selaku utusan khusus Presiden Prabowo Subianto, Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Gubernur Sulut Yulius Selvanus, serta sejumlah tokoh nasional asal Sulut yakni Theo Sambuaga, EE Mangindaan, Patris Rumbayan (ibunda Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya) serta sejumlah tokoh lainnya.
Hashim yang memberikan sambutan menyampaikan, ”Untuk bangsa Indonesia, tema Paskah Nasional 2026 ‘Supaya Semua Menjadi Satu’, ini sudah tepat,” katanya.

Ia mengatakan, sangat tepat bahwa umat manusia harus bersatu dan hari ini mengenang kejadian 2.000 tahun lalu, suatu keajaiban. “Kita melihat hari ini ada pagelaran mengenang pengorbanan Tuhan Yesus Kristus yang luar biasa untuk menebus dosa kita supaya kita bisa selamat dan kita bisa mengalami kehidupan kekal. Ini adalah keajaiban yang luar biasa,” ujar Hasim yang juga merupakan adik dari Presiden RI Prabowo Subianto. 

Umat yang hadir pada Paskah Nasional 2026 ini duduk di tenda-tenda yang disediakan panitia. Namun karena banyaknya umat yang hadir, mereka yang tidak kebagian tenda berteduh di bawah pohon yang berada di sekitar lokasi acara. Selain itu, banyak juga yang berdiri di ruang terbuka di depan panggung dengan berteduh di bawah payung yang mereka bawa.

Mereka mengikuti jalannya perayaan Paskah Nasional ini, baik melihat secara langsung di panggung utama, maupun melalui videotron yang disediakan panitia di sejumlah titik. Di samping panggung utama, panitia memasang dua videotron besar sehingga umat termasuk undangan yang duduk di barisan depan dapat melihat dengan jelas.

Paskah Nasional 2026 di Manado menghadirkan artis nasional yakni Yoshua Abraham, Maria Shandi dan Choky Sitohang yang juga menjadi pembawa acara.(jou)