Barometer.co.id-Manado. Perkembangan QRIS di Sulawesi Utara terus mengalami peningkatan. Di mana sepanjang Semester I tahun 2026, volume transaksi QRIS telah mencapai 36,44 juta, naik 34,10% dengan nilai transaksi sebesar Rp3,85 triliun, naik 30,95% secara tahunan.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto pada penutupan Pekan QRIS Nasional (PQN), Senin (17/08/26).
“Perkembangan QRIS yang signifikan ini tentunya tidak terlepas dari sinergi bersama antara Bank Indonesia, perbankan bersama masyarakat,” kata Joko.
Ia mengatakan, selama sepekan PQN sejak 11 Agustus 2026, BI Sulut bersama mitra kerja strategis telah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk meningkatan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap digitalisasi sistem keuangan.
Kegiatan yang dilakukan selama PQN antara lain sosialisasi dan edukasi literasi tentang QRIS pada Tournament of Flower di Tomohon, yang merupakan bagian dari ajang Tomohon Internasional Flowers Festival, kemudian talk show transaksi digital di Urban Digifest serta sosialisasi di Festival Kuliner Kemerdekaan.
Kegiatan berikutnya adalah User experience QRIS Antarnegara dan QRIS TAP pada UMKM EXPO di Tomohon International Flower Festival, gamifikasi QRIS QUEST di Urban Digifest, serta penggunaan QRIS dalam ajang pemilihan Remaja Kreatif GPdI.
Dan ketiga, perluasan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, melalui peluncuran kanal QRIS untuk pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kota Bitung serta dukungan insentif untuk pembayaran pajak secara nontunai di Kab. Minahasa Utara.
“Sepanjang rangkaian kegiatan PQN ini kami mencatat lebih dari 250 ribu transaksi QRIS. Perkembangan tersebut sejalan dengan posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu provinsi di Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) dengan tingkat adopsi digital yang tinggi,” ujar Joko.
Pada kesempatan tersebut, Joko juga menyampaikan apresiasi kepada BNI, BRI dan Bank Mandiri atas komitmen dan kolaborasi yang sangat konkret dalam memperluas ekosistem QRIS di Sulawesi Utara.
“Sejak awal 2026 sampai dengan hari ini, sinergi tersebut diwujudkan melalui 11 program kolaboratif antara BI Sulut dengan perbankan yang ditujukan untuk, mengakuisisi pengguna baru QRIS, memperluas merchant QRIS, hingga meningkatkan frekuensi dan volume transaksi,” katanya.
Dari 11 program kolaboratif tersebut, menurut Joko, ada 559.640 transaksi QRIS, disertai penambahan 11.506 pengguna baru dan 3.906 merchant baru. Capaian ini menjadi indikasi bahwa sinergi bersama perbankan telah memberikan hasil nyata dalam memperluas basis pengguna, merchant, serta pemanfaatan QRIS di Sulawesi Utara.
Joko berharap, ke depan, keberhasilan perluasan QRIS juga dapat tecermin dari manfaat yang dirasakan oleh pelaku usaha, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat.(jou)
