Barometer.co.id-Manado. Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) Provinsi Sulawesi Utara terus menurun. Dimana pada tahun 2025, TFR Sulut hanya 2,07 yang berarti sudah berada di bawab Replacement Level atau tingkat penggantian di angka 2,10.

Replacement Level artinya setiap wanita digantikan oleh satu anak perempuannya untuk menjaga kelangsungan pergantian generasi. Dan Saat ini, Provinsi Sulawesi Utara sudah berada di bawah Replacement Level 2,10. TFR Sulut juga berada di bawah nasional yang sebesar 2,13. TFR Indonesia juga terus menurun dan kini mendekati angka Replacement Level.

Kepala BPS Sulut, Watekhi mengatakan, TRF Sulut terus menurun dibanding Sensus Penduduk tahun 2010 yang masih sebesar 2,43. “Penurunan TFR Sulut didorong oleh tingkat kelahiran pada perempuan di kelompok umur 15-19 dan 25-29 yang menurun signifikan,” katanya, Selasa (05/05/26).

Ia mengatakan, penurunan TFR Provinsi Sulawesi Utara terus terjadi, walaupun pada berdasarkan SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) tahun 2025 mulai melandai dibandingkan periode Sensus Penduduk (SP) 2020 yang berada di angka 2,43 menjadi 2,10 pada SP2010.

Watkhi mengatakan, TFR di kabupaten/kota di Sulawesi Utara bervariasi. Daerah dengan TFR paling rendah adalah Kabupaten Minahasa yang hanya 1,99, kemudian Kota Manado 2,01 dan Kabupaten Minhasa Utara 2,02. Sedangkan TFR tertinggi di Kabupaten Bolmong Selatan 2,27, Minahasa Tenggara 2,24 dan Bolmong 2,19.

Menurunnya TFR Sulawesi Utara telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi. “TFR Sulawesi Utara yang sudah berada di bawah Replacement Level ini sudah menjadi tanda awas. Artinya ekonomi tidak bisa berlanjut tanpa kita bisa memastikan kelanjutan populasi yang ada di Sulawesi Utara,” kata Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sulut, Reza Dotulung yang juga hadir saat rilis BPS, Selasa (05/05/26).

Ia mengatakan, hal ini sudah diteruskan kepada dinas terkait dan sudah menjadi catatan untuk tim rencana kerja daerah dan akan terus menjadi perhatian dari pemerintah.(jou)