Barometer.co.id-Manado. Kota Manado mencatat fenomena menarik terkait mobilitas penduduknya. Berdasarkan Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 2025 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut), Migrasi seumur hidup keluar sangat tinggi, yakni mencapai 28,46%. Namun di sisi lain, migrasi masuk juga cukup besar yakni 24,18%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi mengatakan, Migrasi seumur hidup adalah perbedaan antara kota atau kabupaten tempat tinggal saat survei dengan kota atau kabupaten tempat lahir. Tempat tinggal saat survei dalam SUPAS 2025 mengacu pada tempat biasanya tinggal, bukan semata-mata alamat administrasi, dengan ketentuan telah tinggal selama satu tahun atau lebih, atau kurang dari satu tahun tetapi berniat menetap.

“Daerah dengan migrasi keluar terbesar di Sulut adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mencapai 39,39 persen dan kedua Kota Manado 28,46 persen. Sebaliknya, daerah yang menjadi tujuan migrasi atau yang mengalami migrasi masuk terbesar adalah Kota Bitung 33,65 persen dan Kabupaten Minahasa Utara 28,46 persen. Kota Manado terbesar ketiga migrasi masuk dengan 24,18 persen,” kata Watekhi.
Setelah Sangihe dan Manado, kabupaten dengan migrasi keluar terbesar berikutnya adalah Kabupaten Kepulauan Sitaro sebesar 21,41% dan Kabupaten Kepulauan Talaud 19,72%.
Fenomena di Kota Manado menurut Watekhi terjadi karena banyak penduduk yang lahir di Manado namun pindah dan menetap di kabupaten/kota sekitar, terutama di Kabupaten Minahasa Utara. Hal ini pun terlihat dari SUPAS 2025 di mana Kabupaten Minahasa Utara mengalami Migrasi masuk tertinggi kedua di Sulut yang mencapai 28,46%.
“Jadi banyak juga penduduk yang bekerja di Manado namun tinggal di luar kota Manado, terutama di Minahasa Utara,” ujar Watekhi.
Sedangkan terkait migrasi masuk yang juga tinggi, menurutnya karena Manado merupakan ibukota Provinsi dan merupakan pusat ekonomi sehingga banyak juga yang pindah dan tinggal di Kota Manado.
Selain migrasi seumur hidup, Kota Manado juga mengalami migrasi risen keluar yang tinggi (6,45%) sementara yang masuk hanya 1,56%, sehingga secara total Kota Manado mengalami Migrasi Risen -4,90% dan merupakan tertinggi di Sulut. Penduduk Kota Manado pada tahun 2025 tercatat sebanyak 462 ribu.
“Konsep migrasi risen mengukur perpindahan penduduk dengan membandingkan tempat tinggal saat survei dengan tempat tinggal lima tahun sebelumnya. Indikator ini menghitung besarnya migrasi tersebut dengan mengacu pada jumlah penduduk berusia lima tahun ke atas yang pernah berpindah dalam periode waktu tersebut,” kata Watekhi.
Perpindahan penduduk antarkabupaten/kota dalam lima tahun terakhir mengalami dinamika. Beberapa kabupaten/kota dengan selisih positif yang cukup besar antara migrasi masuk dan keluar antara lain Kabupaten Bolmong Selatan (masuk 4,95 persen; keluar 1,83 persen), Kabupaten Minahasa Utara (4,08 persen; 1,46 persen), dan Kabupaten Minahasa Tenggara (3,80 persen; 1,42 persen), yang mengindikasikan meningkatnya daya tarik wilayah-wilayah tersebut sebagai tujuan migrasi risen.(jou)
Baca juga: Data BPS: Penduduk Sulawesi Utara Sebanyak 2,74 Juta di Tahun 2026
