Barometer.co.id-Jakarta. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kolaborasi dengan swasta sejak 2025 melayani sebanyak 1.141 mitra pengemudi ojek online (ojol) dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan pada Mei 2026 akan diperluas cakupannya dengan target 4.000 peserta.

“Kolaborasi dengan pihak swasta memungkinkan layanan kesehatan hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk mitra pengemudi yang memiliki mobilitas tinggi. Langkah ini merupakan upaya promotif dan preventif pemerintah untuk mendeteksi dini penyakit,” kata Dante di Jakarta, Rabu.

Dia menegaskan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam memandang kesehatan. Menurutnya, kesehatan harus dijaga melalui deteksi dini, bukan sekadar diobati saat sudah sakit.

Dante menekankan pemeriksaan rutin sangat krusial untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung sebelum berkembang menjadi kondisi serius.

“Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis nasional dapat menjangkau 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang 2026,” katanya.

Adapun program hasil kolaborasi Kementerian Kesehatan dan Gojek ini, katanya, menyasar 17 kota di Indonesia sepanjang Februari hingga Desember 2026. Program CKG komunitas GoTo ini telah berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, sebanyak 1.141 peserta telah terlayani di Jakarta dan Palembang.

Pada Mei 2026, program diperluas ke Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target 4.000 peserta.

Saat meninjau CKG bagi komunitas pengemudi ojol di Bandung, katanya, para mitra pengemudi mendapatkan layanan kesehatan komprehensif, mulai dari pemeriksaan fisik, tekanan darah, gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga.

Peserta dengan faktor risiko tertentu juga mendapatkan layanan EKG, pemeriksaan SADANIS untuk perempuan, konsultasi dokter, serta pemberian obat untuk diabetes dan hipertensi.

Tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi. Dante menyebutkan, pengemudi yang memerlukan penanganan lebih lanjut dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Peserta kategori hijau diberikan edukasi pola hidup sehat, sementara peserta kategori kuning dan merah langsung mendapatkan tindakan medis gratis,” katanya.

Terkait dukungan perusahaan, VP Public Policy & Government Relation GoTo Group Rangga D. Fadillah menyatakan bahwa pihaknya memprioritaskan kesehatan mitra pengemudi karena mereka merupakan garda terdepan sekaligus kebanggaan ekosistem Gojek.

Menurutnya, para mitra selama ini bekerja dengan penuh ikhtiar menghadapi segala cuaca dan kepadatan jalan demi keluarga, sehingga aspek kesehatan menjadi aset utama yang harus dijaga.

Driver yang sehat adalah driver yang fokus. Dengan deteksi dini melalui CKG, kita meminimalkan risiko gangguan kesehatan mendadak saat mereka bertugas, yang secara langsung meningkatkan keselamatan baik bagi mitra, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya,” kata Rangga.(ANTARA)