Barometer.co.id-Manado. Sektor yang paling banyak diminati investor saham di Sulawesi Utara (Sulut) adalah perbankan, tambang serta energi. Hal ini setidaknya tercermin dari dua perusahaan sekuritas di Sulut, yakni MNC Sekuritas dan BNI Sekuritas.
Kepala Kantor Cabang Manado PT MNC Sekuritas, Yansen Sumual mengatakan, walaupun tiga sektor tersebut paling diminati oleh investor saham di Sulut, namun mereka tetap selektif.
“Misalnya untuk sektor perbankan, hanya perbankan besar yang menjadi pilihan utama investor di Sulut. Seperti misalnya bank Himbara yakni BRI, Mandiri dan BNI serta BCA,” kata Yansen kepada Barometer.co.id, Jumat (05/06/26).
Begitu juga di sektor tambang dan energi, hanya perusahaan tambang yang memang memiliki kinerja baik yang menjadi pilihan investor saham di Sulut.
Kepala Kantor Cabang Manado PT BNI Sekuritas, Susan Mengko juga menyampaikan hal yang sama. “Investor saham BNI Sekuritas di Sulut terbanyak di sektor perbankan dan tambang,” katanya.
Terkait kondisi Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini yang tengah mengalami gejolak dan menyebabkan banyak harga saham turun, Susan mengatakan memang banyak investor yang khawatir.
“Awalnya memang banyak yang menanyakan apa sebenarnya yang terjadi. Namun seiring waktu, mereka mulai memahami dan menaham sahamnya sambil menunggu harga naik kembali,” ujarnya.
Sementara di MNC Sekuritas, menurut Yansen sebagian investor mulai mengalihkan ke perusahaan yang memberikan dividen tinggi. Sebab dengan kondisi saat ini, banyak investor yang tidak mau mengambil risiko untuk trading.
“Ada beberapa perusahaan yang memberikan dividen tinggi, bahkan ada yang di atas 10 persen. Sehingga saat ini ada yang mulai mengalihkan sahamnya ke emiten dengan dividen tinggi,” katanya.
Dengan membeli saham yang memberikan dividen tinggi, maka investor berpeluang mendapatkan keuntungan ganda jika nanti harga saham kembali naik seiring dengan membaiknya pasar. Investor akan mendapatkan dividen yang besar dan harga saham yang tinggi.(jou)
