Barometer.co.id-Washington. Sebuah upacara untuk memperingati para korban Serangan 11 September 2001 digelar di New York pada Jumat (11/09/26), tepat pada 25 tahun usai terjadinya tragedi tersebut.
Upacara peringatan utama berlangsung di lokasi tempat menara kembar World Trade Center (WTC) dulu berdiri, menurut laporan koresponden RIA Novosti. Sesuai dengan tradisi, keluarga korban membacakan satu per satu nama korban yang tewas dalam serangan besar tersebut.
Upacara peringatan mencakup enam kali momen mengheningkan cipta yang biasa dilakukan, yaitu pada pukul 08:46 dan 09:03 pagi waktu setempat, untuk memperingati waktu kedua pesawat menghantam Menara Utara dan Menara Selatan WTC.
Kemudian, pukul 9.37 pagi untuk memperingati serangan terhadap Pentagon dan pukul 10.03 untuk menghormati jatuhnya United Airlines penerbangan 93 di Pennsylvania.
Momen mengheningkan cipta dilanjutkan pukul 09.59 dan 10.28 yang bertepatan dengan waktu runtuhnya masing-masing menara kembar WTC.
Tetapi, untuk pertama kalinya pada tahun ini, penyelenggara memutuskan menambah momen mengheningkan cipta ketujuh untuk memperingati korban lainnya yang kemudian meninggal akibat cedera atau sakit parah yang diakibatkan Serangan 11 September.
Penjagaan keamanan di New York diperketat menjelang upacara peringatan. Pagar pembatas didirikan mengitari lokasi upacara, hadirin harus melewati pemeriksaan keamanan ketat, dan jalan-jalan di Lower Manhattan ditutup. Personel kepolisian tambahan dikerahkan untuk menjaga keamanan selama upacara.
Wakil Presiden JD Vance serta para mantan presiden Joe Biden, Barack Obama, George W. Bush, dan Bill Clinton hadir dalam upacara peringatan di New York. Sementara, Presiden Donald Trump ikut serta dalam upacara peringatan terpisah di Pentagon.
Pada malam 11 September di New York, dua lampu sorot berwarna biru ditembakkan ke langit Manhattan sebagai penghormatan terhadap menara kembar yang ambruk pada serangan 2001 tersebut.
Instalasi peringatan “Tribute in Light” tersebut tersusun dari 88 lampu xenon berintensitas tinggi dan akan menghiasi langit New York hingga fajar di hari berikutnya.
Dalam Serangan 11 September 2001, dua pesawat penumpang dibajak sekelompok teroris yang kemudian menabrakkan pesawatnya ke menara kembar WTC di New York City, sehingga mengakibatkan keruntuhannya.
Sebuah pesawat lain yang dibajak teroris, ditabrakkan ke sayap barat Markas Departemen Pertahanan atau Pentagon, di Washington. Pesawat penumpang keempat yang dibajak teroris jatuh di Pittsburgh, Pennsylvania.
Menurut data resmi, serangan teroris tersebut mengakibatkan tewasnya hampir 3.000 orang yang berasal dari 90 negara lebih.(ANTARA)
