Barometer.co.id – Amurang.
Masih melandainya kasus Covid di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) berdampak positif bagi dunia pendidikan. Terhitung mulai Senin (10/01) kemarin sekolah-sekolah mulai tingkat SD hingga SMA sudah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen.
Pemberlakuan PTM 100 persen diberlakukan setelah hampir dua tahun pembelajaran hanya melalui Daring dan akhir tahun PTMT. Karena Pendemi Covid-19 belum usai, PTM tetap dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Minsel-Mitra Max Lengkong ketika dikonfirmasi membenarkan telah memberlakukan PTM di sekolah tingkat SMA/SMK. Namun tidak semua siswa dapat mengikuti PTM. Sebagai syarat dapat ikut harus telah lengkap vaksin Covid-19.
“PTM sudah diberlakukan bagi tingkatan SMA, SMK dan SLB. Tapi ada syarat yang harus dipenuhi bagi siswa. Hanya siswa yang sudah mendapatkan vaksin dapat mengikuti. . Pelaksanaan PTM wajib dilaksanakan sesuai edaran Menteri dan tetap menerapkan Protokol Kesehatan,” sebut Max.
Pemberlakukan PTM juga dilaksanakan oleh SMPN 2 Amurang. Melalui Kepala Sekolahnya Paula Moonik dikatakan dalam pelaksanaan dilakukan dua sesi setiap hari karena kelas tidak dapat diisi penuh.
“Sekolah kami juga telah menjalankan PTM 100 persen dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Makanya tiap hari dibagi dalam dua sesi. PTM juga dilaksanakan lima hari dalam seminggu dimana masing-masing enam jam,” jelas Moonik.
Sebelum PTM digelar, sekolah lebih dulu melaksanakan In House Training (IHT). Ini dilakukan dalam upaya pemantapan persiapan yang dilaksanakan selama dua hari.
“Pada prinsipnya kami sudah siap. Baik dari fasilitas maupun SDM pengajar. Sehingga PTM dapat dilaksanakan. Sebelum masuk maupun saat pulang sekolah, siswa, guru dan administrasi akan dicek suhu. Bila di atas 37 derajat maka diarahkan ke UKS. Bila kemudian turun, maka diizinkan masuk kelas. Bila tidak maka kami akang menghubungkan ke fasilitas medis,” bebernya.(jim)
