oleh

Dua Bulan Pertama Tahun 2024 Sulawesi Utara Alami Deflasi

Barometer.co.id-Manado. Dalam dua bulan pertama di tahun 2024 ini, Provinsi Sulawesi Utara mengalami deflasi secara month to month (mtm). Setelah pada Januari terjadi deflasi 0,41 persen, pada bulan Februari kembali terjadi deflasi bahkan lebih dalam lagi, yakni 0,63 persen. Inflasi tahun kalender Sulawesi Utara pun sebesar -1,04 persen atau deflasi 1,04 persen. Namun secara year on year (yoy), Sulawesi Utara mengalami inflasi 3,55 persen.

Kepala Bagian Umum Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Dadan Sudarmadi mengatakan deflasi mtm yang terjadi di Sulawesi Utara pada bulan Februari 2024 terutama disebabkan karena adanya penurunan harga indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan

tembakau sebesar 1,42 persen serta kelompok Transportasi sebesar 1,33 persen.

Dua kelompok ini menjadi penyumbang deflasi terbesar, yakni Kelompok makanan menyumbang deflasi sebesar 0,46 persen dan transportasi 0,17 persen.

“Komoditas yang menjadi penyumbang deflasi month to month sekaligus sebagai penahan inflasi yang terbesar adalah tomat 0,56 persen, cabai rawit 0,47 persen dan angkutan udara 0,17 persen. Sedangkan komoditas pendorong inflasi yang terbesar adalah beras 0,30 persen, daun bawang 0,21 persen dan daging babi 0,15 persen,” ujar Dadan saat menyampaikan Berita Resmi Statistik, Jumat (01/03/24).

Kepala Biro Perekonomian Provinsi Sulawesi Utara, Reza Dotulung mengatakan, Beras yang dalam beberapa waktu terakhir harganya naik, tidak serta merta membuat Sulawesi Utara mengalami inflasi. “Hal ini disebabkan karena komoditas lain terutama tomat dan cabai rawit mengalami penurunan harga yang jauh lebih besar. Beras mungkin harganya naik cukup tinggi, tetapi banyak komoditas lainnya yang dihitung dalam IHK (indeks Harga Konsumen) turun. Sehingga secara keseluruhan Sulawesi Utara mengalami deflasi,” katanya.

Dari empat kabupaten/kota yang dihitung IHK nya, deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,97 persen, kemudian Minahasa Selatan 0,92 persen, Kotamobagu 0,49 persen dan Manado 0,47 persen.(jou)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *