oleh

Panitia Festival Ogoh-ogoh Sayangkan Pembimas Hindu Sulut Minim Keterlibatan: Kurang Mendukung

Barometer.co.id, Manado – Perayaan Hari Raya Nyepi di Kota Manado, Sulawesi Utara berlangsung meriah.

Berbagai acara telah dilaksanakan mulai dari ibadah pelaksanan pawai ogoh-ogoh yang menunjukan toleransi umat beragama.

Musik bambu tampil pada barisan terdepan prosesi. Di belakang musik bambu, terdapat barisan tokoh enam agama yang diakui di Indonesia. Kemudian menyusul pemuda dan pemudi dari gerakan cinta kerukunan.

Bahkan seorang warga asing asal Australia juga turut serta. Dukungan dari anak-anak muda umat Hindu pada pelaksanaan kegiatan hari raya suci nyepi ini begitu terlihat.

Mereka berkolaborasi dengan orang tua yang ada. Anak muda khusus menangani ogoh-ogoh dengan dharmasanti, yang tua mengurusi ritual.

Sayangnya, pada pelaksanaan ini dukungan dari Pembimbing Masyarkaat (Pembimas) Hindu Sulawesi Utara sangat begitu minim.

Hal tersebut diakui oleh Ketua Panitia Festival Ogoh-Ogoh, I Putu Krisna Aditya.

“Pembimas Hindu Sulut kurang sekali mendukung pelaksanaan kegiatan kami, padahal dukungan itu sangat kami harapkan” jelasnya Senin (11/3/2024)

Dia pun berharap kegiatan yang dilaksanakan umat Hindu di Sulawesi Utara ke depan, bisa mendapat support yang lebih dari Pembimas.

“Ya, kegiatan-kegiatan seperti ini yang bersangkutan dengan keagamaan, harusnya saling dukung lah, karena ini kegiatan bersama kita sesama umat hindu.

Selaku Pembimas harusnya menjadi bagian penting dalam suksesnya terlaksana kegiatan ini,” jelasnya.(adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *