oleh

PNM, Pegadaian dan AP 1 Resmikan Pojok UMKM di Bandara Sam Ratulangi, Promosikan Produk UMKM Sulut

Barometer.co.id-Manado. Pelaku UMKM di Sulawesi Utara binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Manado dan PT. Pegadaian Kanwil V Manado kini memiliki tempat memasarkan produknya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Hal ini ditandai dengan diresmikannya Pojok UMKM yang merupakan kerjasama dengan PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Peresmian dilakukan oleh GM PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Maya Damayanti, Pimpinan PT. PNM Cabang Manado, Eka Pradana Wijaya, Deputy Pegadaian Kanwil V Manado Widi Sunardi dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Jahja Gultom.

GM PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Maya Damayanti mengatakan, pihaknya selaku pengelola bandara menyediakan tempat bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Sebagai bentuk implementasi penyediaan tempat promosi bagi UMKM, PT Angkasa Pura I bersama dengan PT PNM bekerja sama mengadakan kegiatan Pojok UMKM Sulawesi Utara di Bandara Sam Ratulangi – Manado. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM melalui promosi dan perluasan pasar sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian khususnya Sulawesi Utara,” kata Maya.

Pojok UMKM ini rencananya akan dibuka selama satu bulan. Namun demikian, Maya berharap kerja sama Pojok UMKM di Bandara Sam Ratulangi ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tidak terbatas hanya satu bulan saja.

“Demi kelancaran kegiatan ini maka perlu dukungan dari semua pihak, baik dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Utara, PT PNM, Pelaku UMKM, maupun PT Angkasa Pura I sebagai penyedia infrastuktur publik,” tambah Maya.

Pimpinan PT. PNM Cabang Manado, Eka Pradana Wijaya berharap, kerjasama dengan PT. Angkasa Pura 1 dengan menyediakan tempat di bandara membuat produk UMKM di Sulut bisa lebih dikenal luas.

“Kami berharap kolaborasi dengan Angkasa Pura dengan menyediakan tempat di bandara, pelaku UMKM di Sulut produknya terpromosikan dan bisa lebih dikenal di kota lain,” kata Eka.

Ia berharap, pojok UMKM ini selama satu bulan dapat menjadi ajang promosi dan memperkenalkan UMKM di Sulut. “Ada 15 jenis produk dari 12 UMKM yang kita pasarkan di Pojok UMKM ini. Produk yang dipasarkan di sini sudah dikurasi, mulai dari sisi legalitas yang mencakup kesehatan, branding serta juga sudah terdaftar di BPOM,” jelas Eka.

Ia mengatakan, UMKM yang memasarkan produknya di sini merupakan binaan dari PNM Manado serta Pegadaian Kanwil V Manado. “Kami bekerjasama dengan Pegadaian Kanwil V Manado dalam menyiapakan UMKM yang memasarkan produknya di sini. Termasuk saat melakukan kurasi para pelaku UMKM supaya produk di sini benar-benar yang mempunyai daya saing,” tambah Eka.

Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Jahja Gultom mengatakan, pemerintah provinsi menyambut baik dibukanya Pojok UMKM ini. “Pembukaan Pojok UMKM di bandara Sam Ratulangi ini merupakan tujuan akhir dari UMKM, yakni tempat untuk memasarkan produknya,” katanya.  

Pojok UMKM ini berada di lokasi yang strategis, yakni di depan counter check in. Sehingga dipastikan akan dilihat oleh setiap penumpang yang bepergian dari bandara Sam Ratulangi Manado.(jou)