Barometer.co.id-Manado. Kepala Badan Pusat Statitsik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan potensi ekonomi Sulawesi Utara untuk tumbuh lebih tinggi lagi. Menurutnya, sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memang merupakan sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulut mempunyai potensi besar untuk dikembangkan.
Subsektor tersebut terdiri dari 3 sektor besar, yaitu Pertanian dengan share 60,12%, Perikanan (38,28%) dan Kehutanan. Dan sektor pertanian terdiri dari Tanaman Perkebunan dengan share 41,58%, Tanaman Hortikultura (21,86%), Peternakan (17,81%), Tanaman Pangan (17,05%) serta Jasa Pertanian dan Perkebunan dengan share yang sangat kecil.
“Perkebunan rakyat di Sulawesi Utara didominasi oleh kelapa, dengan luas lahan sekitar 264,60 ha dan mampu memproduksi 267,1 ribu ton pada tahun 2025,” kata Amalia saat memberikan pemaparan pada Musrenbang Provinsi Sulawesi Utara, 9 April 2026.
Selain Kelapa, tanaman perkebunan rakyat di Sulawesi Utara juga ada Pala dengan luas 35,10 ribu ha, Kakao 15,90 ribu ha, Kopi 7,70 ribu ha, Nilam 2 ribu ha dan Cengkeh 0,60 ribu ha.
“Secara nasional, Sulawesi Utara menempati peringkat kedua dengan luas tanaman perkebunan kelapa di bawah Riau,” kata Amalia.
Ia mengatakan, pada tahun 2025, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66% di mana sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni 1,14%. Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan juga merupakan yang terbesar pada struktur PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Sulut yakni 20,78%.
Amalia mengatakan, potensi kelapa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi juga terlihat dari sektor industri pengolahan di Sulut yang didominasi oleh iIndustri Makanan dan Minuman berbasis kelapa. Secara umum, industri makanan dan minuman di Sulut mencapai 85,86% dari total Industri Pengolahan di Sulut.
“Industri pengolahan di Sulawesi Utara didominasi oleh industri makanan dan minuman berbasis kelapa. Hal ini tercermin dari struktur ekspor Sulut yang mayoritas merupakan produk hilirisasi kelapa,” jelasnya.
Sulawesi Utara pun menurut Amalia memiliki potensi besar untuk melakukan diversifikasi produk turunan kelapa, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah.(jou)
