Barometer.co.id-Manado. Ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh 5,54% (yoy). Pertumbuhan ini lebih rendah dibanding triwulan IV tahun 2025 yang sebesar 5,95% (yoy). Sementara pertumbuhan secara kuartal mengalami kontraksi 8,02%.

Produk Domestik Regional Bruto Sulawesi Utara pada Triwulan I Tahun 2026 sebesar Rp28,05 triliun (Atas Dasar Harga Konstan/ADHK) dan Rp51,67 Triliun (Atas Dasar Harga Berlaku/ADHB)

“Sektor yang mengalami pertumbuhan terbesar menurut Lapangan Usaha adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, sebesar 20,85 persen; Jasa Keuangan dan Asuransi 11,11 persen serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,96 persen. Dari 17 Lapangan Usaha, hanya dua yang mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi saat menyampaikan rilis, Selasa (05/05/26).

Watekhi mengatakan, tingginya pertumbuhan sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum dipengaruhi oleh dua hal. Pertama adalah perluasan cakupan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meningkatnya aktivitas pariwisata.

“Jumlah SPPG di Sulawesi Utara bertambah sangat banyak yakni dari hanya tujuh di akhir tahun 2025, sekarang sudah mencapai 167 unit dengan spending mencapai 500 miliar. Jadi ada peningkatan yang sangat besar,” katanya.

Untuk sumber pertumbuhan terbesar menurut Watekhi adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan andil 1,10%, kemudian Industri Pengolahan 0,86% serta Transportasi dan Pergudangan 0,83%.

Struktur PDRB Sulut pada Triwulan I Tahun 2026 masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan share 21,18% dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Motor sebesar 13,54%. Berikutnya adalah Transportasi dan Pergudangan 11,83%, Industri Pengolahan 11,79% serta Konstruksi 11,79%. Sektor tersebut pada Triwulan I Tahun 2026 masing-masing tumbuh secara year on year 5,43%, 4,88%, 9,96%, 7,53% dan 7,53%.(jou)