Barometer.co.id-Manado. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) 16 Manado mendukung progam pemerintah untuk pengembangan UMKM. Salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), di mana sampai April 2026, total KUR yang sudah disalurkan di Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara (Suluttenggomalut) sebesar Rp1,501 triliun dengan 30.803 debitur.

Regional Mikro Banking Head BRI RO 16 Manado, Rizky Andhika mengatakan, KUR yang disalurkan terdiri dari dua jenis. Pertama adalah KUR Mikro dengan nilai kredit di bawah Rp100 juta dan kedua adalah KUR Kecil dengan nilai kredit Rp100 juta sd Rp500 juta.

“Untuk KUR Mikro, nilai yang telah disalurkan BRI Regional Office Manado sampai dengan April 2026 sebesar 1,247 trilun dengan 29.978 debitur. Sedangkan untuk KUR Kecil mencapai 254,36 miliar dengan 825 debitur,” kata Rizky dalam pertemuan dengan media di Manado, Senin (11/05/26).

Ia mengatakan, target KUR Mikro sampai dengan Desember 2026 sebesar Rp4,67 triliun, sedangkan target KUR Kecil sebesar Rp751 miliar. Namun menurutnya, pada bulan Oktober biasanya target penyaluran KUR sudah tercapai.

“Pembiayaan kredit KUR memberikan akses permodalan mudah dan murah bagi masyarakat/UMKM. Dengan jaringan kerja BRI yang tersebar hingga ke pelosok desa maupun kepulauan, memudahkan masyarakat/UMKM dalam mengakses lembaga keuangan,” katanya.

Tantangan yang dihadapi dalam penyaluran KUR menurut Rizky pertama adalah LDR (Loan to Deposit Rasio) yang tinggi, yakni di atas 100%, serta kualitas peinjaman atau NPL (Non Performing Loan) yang masih di atas angka threshold 3%. “Sampai dengan 31 Maret 2026, NPL KUR Mikro berada di angka 5,05 persen dan KUR Kecil 5,09 persen,” ujar Rizky.

Tantangan berikutnya adalah demografi Unit Kerja Operasional (UKO) BRI yang berada di kepulauan. Hal ini menjadi tantangan, karena tenaga pemasar harus menempuh jarak yang jauh dengan alat transportasi dan akses jalan yang belum memadai.

Tantangan lainnya adalah penetrasi internet. Edukasi terkait pembiayaan usaha dan inklusi keuangan kepada masyarakat perdesaan di pelosok salah satu faktor tantangan yang dihadapi BRI serta penetrasi jaringan internet yang butuh peningkatan.(jou)