Barometer.co.id-Bitung. Pasokan pangan pokok di Kota Bitung berada di atas kebutuhan sepanjang tahun 2025-2026. Hal ini menunjukkan kondisi pangan di Kota Bitung surplus, bahkan menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dengan demikian, secara umum ketahanan pasokan pangan pokok seperti telur ayam ras, beras medium dan daging ayam ras di Kota Bitung berada pada kondisi yang cukup baik.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto pada acara High Level Meeting (HLM) TPID Kota Bitung, Jumat (26/06/26).

“Selain mencerminkan kecukupan pasokan, kondisi tersebut juga diikuti dengan pergerakan harga yang relatif stabil. Hal ini mengindikasikan bahwa komoditas pangan pokok telah berperan sebagai anchor dalam menjaga stabilitas inflasi pangan daerah. Dengan kata lain, tekanan inflasi yang masih terjadi bukan terutama disebabkan oleh komoditas pangan pokok,” kata Joko.

Berbeda dengan komoditas pangan pokok, Joko mengatakan, cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah masih menunjukkan volatilitas harga yang relatif tinggi. Menariknya, kondisi tersebut terjadi meskipun pasokan ketiga komoditas tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan inflasi pada komoditas hortikultura tidak semata-mata dipengaruhi oleh kecukupan pasokan, tetapi juga oleh dinamika distribusi, musim panen, serta tingginya sensitivitas permintaan.

Pola tersebut terlihat semakin jelas pada periode HBKN, baik menjelang Natal dan Tahun Baru maupun Idulfitri. Pada periode tersebut, antisipasi penambahan pasokan telah dilakukan, namun harga komoditas hortikultura masih mengalami peningkatan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pengendalian inflasi ke depan perlu difokuskan pada penguatan tata kelola rantai pasok, kelancaran distribusi, serta koordinasi antardaerah agar kecukupan pasokan dapat ditransmisikan menjadi stabilitas harga,” jelas Joko.

Joko mengatakan, meskipun Kota Bitung belum menjadi target pengukuran IHK, pemantauan harga tetap harus diperhatikan untuk menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat . Pergerakan harga sejumlah komoditas di Bitung terlihat relatif searah dengan Kota IHK Manado.

Secara historis, komoditas yang perlu menjadi perhatian utama adalah cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah karena menunjukkan pergerakan harga yang fluktuatif. Pada komoditas cabai rawit dan cabai merah, harga masih relatif tinggi meskipun ketersediaan pasokan Sulut meningkat, sehingga mengindikasikan bahwa tekanan harga tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah pasokan, tetapi juga oleh kelancaran distribusi, biaya angkut, kualitas pasokan, dan efektivitas rantai pasok.

10. Adapun, stabilitas pasokan komoditas kebutuhan pokok seperti telur ayam ras, beras medium, dan daging ayam ras perlu terus dipertahankan seiring tingkat pergerakan harga relatif yang lebih stabil. Komoditas ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dan kecukupan gizi masyarakat secara luas.(jou)