Barometer.co.id-Manado. Setelah ramai diberitakan terkait prestasi membanggakan di kancah internasional, Tim Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado (Polimdo) yang meraih Juara 3 di ajang 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition, tiba di Manado. Trofi dan penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh perwakilan tim di Xuzhou, China, pada akhir Oktober lalu.
Kembali ke tanah air, tim tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga visi besar untuk pembangunan daerah. Salah satu anggota tim, Steven Kamurahan, M.Ars., menegaskan bahwa langkah mereka tidak berhenti di ajang kompetisi. Ia menyampaikan bahwa tim Polimdo kini berfokus pada implementasi karya “TerraSight AI”, dan siap menjalin kerja sama secara komprehensif dengan pemerintah maupun pihak industri untuk memanfaatkan inovasi teknologi konstruksi tersebut.
Sebagai langkah strategis lanjutan, tim saat ini tengah mempersiapkan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa paten atas inovasi “TerraSight AI”. Pendaftaran paten ini dinilai krusial untuk melindungi kekayaan intelektual karya akademisi vokasi, sekaligus memberikan landasan legalitas yang kuat sebelum teknologi pemantauan progres volumetrik otomatis ini diimplementasikan secara komersial dan luas di sektor infrastruktur.
Apresiasi tinggi juga mengalir dari lingkungan akademik Polimdo. Koord Prodi Sarjana Terapan Teknik Jalan Jembatan (TJJ), Dr. Ir. Olivia Moningka, ST., M.Ars menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas pencapaian luar biasa dari para dosen pengajar di prodi tersebut.
Menurut Dr. Olivia, keberhasilan tim di panggung global ini membawa dampak signifikan bagi reputasi akademik kampus. Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa Prodi TJJ memiliki keunggulan yang sangat kompetitif dari segi Sumber Daya Manusia (SDM). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemenangan ini membuat keunikan prodi dalam bidang pemanfaatan teknologi drone menjadi semakin menonjol dan diakui eksistensinya.
Dengan kesiapan tim untuk berkolaborasi dan mengamankan legalitas paten, inovasi yang lahir dari para talenta vokasi ini diharapkan dapat segera diterapkan untuk memajukan efisiensi dan kualitas proyek-proyek infrastruktur, baik di tingkat daerah maupun nasional.(*/jou)
