Manado-Penerbangan perdana Manado-Tokyo, Jepang pada Rabu (23/09) besok dipastikan akan mengangkut 10 ton ikan dari empat provinsi, yaitu Sulawesi Utara, Gorontao, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara. Dari jumlah tersebut, 5 ton di antaranya dari Sulut.
“Produk perikanan Sulut merupakan yang terbanyak yakni 5 ton. Sedangkan sisanya dari tiga provinsi lainnya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Edwin Kindangen Senin (21/09).
Dibukanya penerbangan kargo langsung dari Manado ke Tokyo Jepang ini menurut Kindangen merupakan usaha dari Gubernur Sulut, Olly Dondokambey. “Gubernur yang melobi Garuda Indonesia agar penerbangan kargo dari Jakarta ke Jepang transit dulu di Manado untuk mengangkut produk ekspor dari sini. Lobi tersebut berhasil, dan penerbangan perdananya akan dilakukan pada Rabu besok. Penerbangan tersebut akan mendarat di bandara Narita, Tokyo,” katanya.
- HUT Kota Manado, BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Serahkan Santunan dan Perlindungan Jaminan Sosial
- Gelar Honda Modif Contest 2026, AHM Hadirkan Wadah Kreativitas Modifikator Tanah Air
- Kalahkan Prancis 2-0, De La Fuente Sebut Pemain Spanyol Tampil Luar Biasa
- Semester I 2026, Penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado 975.433 Orang, Tumbuh 10,14% (YoY)
- Hari Pajak 2026 Diperingati Serentak di Seluruh Indonesia, Usung Tema “Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh”
Adanya penerbangan langsung ini sangat menguntungkan eksportir ikan di daerah ini. Sebab sebelumnya, mereka harus mengirim produk mereka ke Jakarta dulu baru kemudian diterbangkan ke Jepang. Hal ini tentu saja membutuhkan waktu dan biaya yang lebih. Namun dengan adanya penerbangan langsung ini, hasil ikan dari Sulut dan sekitarnya bisa langsung diekspor ke Jepang dari Manado.
Kindangen mengatakan, untuk sementara penerbangan langsung ini baru akan dilakukan pada Rabu besok. Dan untuk seterusnya akan tergantung dari ketersediaan produk yang akan diekspor. “Untuk sementara mungkin baru sebulan sekali. Tetapi jika nanti produk yang diekspor sudah cukup banyak, tentu bisa ditingkatkan menjadi seminggu sekali,” katanya.
Pemerintah telah membuka jalan dengan membuka penerbangan langsung dari Manado. Selanjutnya tinggal bagaimana pengusaha perikanan di daerah ini dan sekitarnya memanfaatkan kesempatan ini.(jma)
