FER Sebut Cegah Perkawinan Dini Untuk Hindari Stunting

Barometer.co.id РAmurang 
Ketua DPR RI Komisi IX Felly Estelita Runtuwene kembali mengelar sosialisasi bagaimana peran penting kesehatan masyarakat bagi lingkungan hidup disekitar kita khususnya bagi warga Minahasa Selatan (Minsel).

Sebelumnya di Kabupaten Minsel dibeberapa tempat diselenggarakan sosialisasi Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) kesempatan kali ini komisi IX menggandeng BKKBN yang merupakan mitra kerjanya melakukan promosi dan kiat pencegahan stunting disejumlah lokasi di Kecamatan yang ada di Minsel.

Di Kecamatan Amurang Barat di Kelurahan Kawangkoan Bawah salah satunya, Runtuwene menjabarkan pentingnya kita mengetahui dan cara mencegah apa itu Stunting.

Menurut Runtuwene perlunya kita ketahui stunting yang diperbincangkan terus menerus bukan hanya skala nasional tapi juga ditingkat skala internasional. Pak Presiden Jokowi sendiri bahwa target dari tahun 2014 harus mencapai 14 persen, karena di Indonesia ada 12 Propinsi kasus Stunting ini sangat rentan, salah satunya yang sangat tinggi kasusnya adalah Jawa Barat dan ke dua di Jawa Timur karena keduanya masyarakatnya banyak.

“Dari kunjungan saya di NTB dan Sulawesi Tengah dan Barat, daerah ini kasus stuntingnya di urutan yang pertama. Ternyata tingginya kasus Stunting disana dari faktor budaya yakni perkawinan dini. Padahal hasil sumber alamnya sangat luar biasa dan disana juga ada hasil tambangnya, tetapi kalau rakyatnya miskin justru miskin sekali, sehingga setiap kali untuk memenuhi serta menjalani kebutuhan hidup mereka tidak stabil karena itu mempengaruhi dari pola makan dan kesehatan lingkungan tidak terjaga dan tidak terlestarikan,”ujar Runtuwene.

Oleh sebab itu Runtuwene mengajak dan menegaskan kepada Pemerintah daerah agar mengentaskan kemiskinan, salah satunya kedisiplinan perkawinan dini perlu menjadi perhatian, kalau tidak diperhatikan maka dampak untuk memenuhi kebutuhan Gizi bagi pertumbuhan anak-anak mereka sangat buruk. Maka terjadilah peningkatan kasus stunting bagi anak-anak kita.

Runtuwene menegaskan kembali kepada Pemda bagaimana jikalau tidak ada kemampuan melihat sektor pendidikan, Kesehatan, lingkungan yang bersih, masyarakat yang tidak memiliki jamban yang bersih, begitu juga penataan lokasi pasar yang tidak sehat.

“Ini semua perlunya keterlibatan peran penting Pemda dan terlebih penting diri kita masing-masing dengan mejalani pola hidup yang sehat, jangan lupa selalu berkonsultasi dengan medis setidaknya di Puskesmas ketika dalam berumah tangga niat memiliki keturunan, terlebih hiduplah Takut akan Tuhan maka selebihnya Tuhan selalu menjaga dan memberkati serta memelihara kita, asalkan kita ada tindakan yang baik dan benar,” jelas Runtuwene.(jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *