Barometer.co.id – Manado,
Dalam upaya menjawab tantangan lingkungan dan keterbatasan material konstruksi, Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik De La Salle Manado pada Jumat (31/10) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk pelatihan pengenalan material beton ramah lingkungan berbahan limbah plastik.
Di mana, kegiatan ini berlangsung di lokasi TPA Sumompo, Kelurahan Sumompo Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, diikuti sekitar 30-an peserta dari masyarakat dan pengelola limbah setempat.
Dalam penjelasannya, Ir Hence S D Roring SPd MT selaku pimpinan tim dosen bersama mahasiswa angkatan 2023–2024 mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan praktis kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan campuran beton.
Kata Roring dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan limbah plastik seperti botol dan kantong plastik menjadi biji atau serat plastik, yang kemudian dicampur dengan semen, pasir, dan air untuk menghasilkan batako atau paving block.
“Kami melatih warga Sumompo agar mampu memanfaatkan limbah plastik jadi batako atau paving block ramah lingkungan,” ujarnya.
Dijelaskannya juga bahwa batako berbahan biji plastik masuk dalam mutu beton pejal kelas II–III, sementara yang berbahan serat plastik masuk dalam kelas IV.
“Jadi, berat isi batako berkisar antara 1.200–1.500 kg/m³, tergolong beton ringan,” tukas Roring.
Tak hanya itu, tim juga memperkenalkan penelitian lanjutan yang menggabungkan limbah plastik dan fly ash tanpa menggunakan semen, melainkan alkali aktivator sebagai bahan pengikat.
“Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat produksi semen dan membuka peluang ekonomi baru berbasis daur ulang,” ungkapnya.
Ditambahkannya lagi, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari peserta.
“Evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap konsep beton ramah lingkungan dan potensi pemanfaatan limbah plastik,” tukasnya.
Melalui Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab isu lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Kami tentu berharap kegiatan serupa dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi bagian dari model ekonomi sirkular di tingkat komunitas,” pungkasnya.
Pada kesempatan terpisah, Lurah Sumompo Sofiane F Wongkar SS memberi apresiasi atas kegiatan Universitas Katolik De La Salle Manado di lokasi TPA Sumompo dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
“Kegiatan seperti ini tentu sangat baik. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan limbah yang ada disekitar menjadi bahan yang lebih bernilai ekonomis seperti pembuatan batako dan paving block,” tandasnya.(eau)
