Barometer.co.id-Manado. Kota Manado mengalami inflasi 0,68 persen pada bulan Desember 2023 (mtm). Dan secara year on year (yoy) maupun tahun kalender 2023, Kota Manado mengalami inflasi 2,87 persen. Dua komoditas utama, beras dan rica (cabai rawit) menjadi penyumbang terbesar.

“Secara yoy dan tahun kalender 2023, beras mengalami inflasi 22,15 persen dan memberikan andil tertinggi, yakni 1,0397 persen. Sedangkan cabai rawit mengalami inflasi 78,71 persen dan memberi andil 0,5945 persen pada inflasi tahunan maupun tahun kalender,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Asim Saputra, Selasa (02/01/24).

Asim mengatakan, dari sebelas kelompok pengeluaran di Kota Manado, secara year on year (yoy) sepuluh kelompok pengeluaran mengalami peningkatan indeks, dan yang tertinggi yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,94 persen. Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,84 persen dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,92 persen.

Kelompok lainnya yan mengalami peningkatan indeks yaitu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,72 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen, kelompok transportasi sebesar 1,57 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,22 persen.

Selanjutnya kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,28 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.

Satu kelompok lainnya mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen.

Secara month to month, komoditas pendorong inflasi tertinggi di kota Manado adalah cabai rawit, yakni 0,3500, angkutan udar 0,1796 persen dan bawang merah 0,0986 persen. Sebaliknya, komoditas penahan inflasi terbesar adalah Ikan Cakalang 0,0593 persen, Ikan Mujair 0,0528 persen dan Beras 0,0387 persen.
Sementara di Kota Kotamobagu, pada bulan Desember terjadi inflasi 0,94 persen.

Dua komoditas yaitu Beras dan Cabai Rawit juga menjadi penyumbang tertinggi, baik secara year on year maupun tahun kalender. “Beras mengalami inflasi 16,16 persen dengan andil inflasi 0,8322 persen sedangkan cabai rawit mengalami inflasi yang sangat tinggi, yakni mencapai 115,70 persen dan memberi andil inflasi 0,7368 persen,” jelas Asim.(jm)