Barometer.co.id-Manado. Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun bank umum di Sulawesi Utara didominasi oleh dana murah, terutama tabungan yang mencapai 60%, dan Giro 17%. Sehingga total dana murah DPK perbankan Sulut mencapai 77%. Sedangkan DPK dalam bentuk Deposito sebesar 23%.
Komposisi tersebut berbeda dengan nasional, di mana tabungan hanya sebesar 31%, giro 33% dan deposito 36%. Hal ini menunjukkan basis dana murah di Sulut yang relatif kuat dibandingkan struktur tabungan nasional.
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Iqbal Mudir mengatakan, sampai dengan bulan April 2026, total DPK perbankan Sulut sebesar Rp33,79 triliun, tumbuh 8,49% (YoY) atau secara tahunan. Sedangkan secara bulanan, DPK Sulut tumbuh 0,57%.
“DPK dalam bentuk tabungan pada perbankan umum di Sulut mencapai 20,10 triliun, giro 5,79 triliun dan deposito 7,90 triliun,” kata Iqbal saat media update, 25 Juni 2026.
Sementara untuk BPR, total DPK sebesar Rp1,57 triliun, yang terdiri dari deposito 80% atau mencapai Rp1,40 triliun, dan tabungan 20% atau hanya Rp352 miliar. Komposisi ini tidak jauh berbeda dibanding nasional di mana tabungan sebesar 69% dan deposito 31%.
“Pertumbuhan DPK di BPR mengalami kontraksi baik secara tahunan maupun bulanan. Di mana secara tahunan, DPK BPR di Sulut -0,31 persen dan secara bulanan -1,65 persen,” ujar Iqbal.(jou)

