oleh

Kapitu Pusat Kuliner Minsel, Dalam Sehari Mega Taru Raup Puluhan Juta

Barometer.co.id – Amurang
Desa Kapitu yang berada di Kecamatan Amurang Barat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), kini berubah menjadi pusat kuliner. Sejumlah rumah kopi dan rumah makan dapat dengan mudah kita jumpai. Biapong dan Pia menjadi sajian utama, selain ikan bakar tuna.

Salah satu rumah kopi sekaligus rumah makan di Kapitu yang terkenal dan ramai pengunjung yakni Mega Taru. Menurut pemiliknya Sendra Runtuwene, dalam sehari dia menghabiskan 7 sak terigu untuk biapong saja. Bahkan disaat ramai dia rumah kopinya dapat menghabiskan sampai 9 sak.

Dari 7 sak terigu, dapat dihasilkan 3.500 biapong, sedangkan 9 sak Mega Taru memproduksi 4.500. Di menjual dalam bentuk paket yang isinya 5 buah dengan harga Rp 20 ribu. Disaat ramai berarti dia dapat menjual 900 paket, sehingga dari biapong saja omsetnya mencapai Rp 18 juta.

Untuk Pia yang diproduksi dengan beragam rasa, cokelat, keju dan kacang per hari dijual sebanyak 6 ribu biji. Dalam sehari omset dari pia dapat mencapai Rp 12 juta. Selain itu ada jajanan favorit para pembeli yakni roti balak.

“Di Mega Taru, roti balak yang kami produksi tersedia dengan isian keju dan cokelat. Sehari bisa habiskan 5 sak terigu untuk 550 balak roti. Hasilnya dari biapong, pia dan roti kami bisa meraih omset puluhan juta dalam sehari. Belum termasuk penghasilan dari rumah makan,” tutur Runtuwene saat dijumpai di rumah kopi miliknya, Minggu (17/07).

Dikatakannya pelanggan datang dari berbagai daerah. Mulai dari Manado, Minsela bahkan Bolmong dan Gorontalo. Tidak jarang juga dari provinsi-provinsi lain yang melintasi jalan Trans Sulawesi singgah sekedar minum kopi atau bahkan makan.

“Kami buka setiap hari dari jam 06.00 dan tutul 22:.00 Wita. Untuk hari Minggu kami tutup.  Karyawan ada 30 orang di dalamnya 7 berasal dari Kota Palu. Kami sudah ada sejak tahun 2016 artinya sudah 5 tahun lebih kami membuka kios ini belum ada cabang,”ujar Sendra.

Menurut Runtuwene awal membuka bisnis ini dikarenakan ada peluang dilokasi ini dan kesempatan ini tidak di sia-siakan. Karena memang menjadi titik pertemuan dari Minsela maupun arah Gorontalo dan Bolmong.

“Mengawali usaha ini karena ada peluang apalagi disini lokasi wisata kuliner. Disinilah kesempatan kita untuk membuka rumah kopi dan menjual makanan ringan serta makanan cita rasa Minahasa seperti rahang ikan tuna dan lainnya. Puji Tuhan hasilnya juga cukup luar biasa selain untuk hidup juga untuk menghidupkan orang lain, moto kami adalah Harga kaki lima rasa bintang lima,”pungkasnya.

Kios Mega Taru sendiri pernah menyabet piagam Certifikat Tourism Award tahun 2021 dalam bidang Pariwisata.(jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *